Kebakaran di Bontang

Walikota Janji Beri Beasiswa Bagi 2 Anak Imron

Walikota Bontang Adi Darma berjanji memberikan beasiswa bagi putera almarhum Imron Bustani, petugas PMK) Bontang, yang meninggal saat bertugas

Walikota Janji Beri Beasiswa Bagi 2 Anak Imron
Udin Dohang/tribunkaltim
Walikota Bontang Adi Darma

BONTANG, tribunkaltim.co.id - Walikota Bontang Adi Darma berjanji akan memberikan beasiswa penuh bagi dua putera almarhum Imron Bustani, petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Bontang, yang meninggal saat sedang bertugas, Senin (11/11).

Adi Darma memastikan dua putera Imron, yakni Muh Shuai dan Muh Arafah, yang duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD), akan mendapat pendidikan gratis hingga tamat SMA.
Hal ini disampaikan oleh Walikota saat memberikan sambutan pada acara pelepasan jenazah Imron dari rumah duka, Perum Pesona Bukit Sintuk, sora tadi.

"Almarhum meninggal saat menjalankan tugas. Ini pengorbanan yang sangat mulia. Sebagai wujud penghargaan atas jasa almarhum, kedua anak yang ditinggal akan kita berikan beasiswa hingga tamat SMA," ujar Adi Darma, dengan dana suara berat.

Selain menjamin beasiswa kedua anak Imron, Adi Darma juga berjanji akan memberikan santunan uang kepada istri korban, Rita Handayani. Diluar dari hak yang melekat pada korban seperti asuransi Jamkesmas sebagai pegawai harian lepas.

"Melalui Korpri tentu kami juga akan memberikan santunan materi tapi nilainya belum bisa ditetapkan," kata Walikota.

Imron Bustani (41) tahun, meninggal dunia akibat terjatuh dari mobil pemadam, pukul 11.30 Wita. Saat itu, Imron bersama personil PMK Bontang menerima panggilan kebakaran di bilangan MT Haryono, Bontang Utara.

Dengan sigap Imron melompat naik ke mobil fire truck KT 8054, dari kantor DKP-PMK, di Bontang Kuala menuju ke arah TKP. Tapi naas bagi Imran, dalam perjalanan menuju TKP, Imron yang menumpang di atas tangki fire truck, tersangkut kabel yang melintang di depan SMP Negeri 1 Bontang Kuala. Seketika Korban terjatuh ke bawah dan menimpa aspal.

Korban lalu dibawah menggunakan sepeda motor ke Rumah Sakit Amaliah dan langsung mendapat perawatan di unit gawat darurat.

Tepat pukul 01.15 Wita, pihak rumah sakit Amaliah, menyatakan Imran meninggal dunia.  Almarhum meninggalkan seorang istri dan 2 orang anak laki-laki. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved