Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Genjot Pelaksanaan APBD, Pemprov Kaltara Kirim Edaran ke SKPD

Setelah mendapat pengesahan dari Kemendagri, Pemprov Kaltara kini mulai fokus untuk menggenjot pelaksanaan APBD tahun 2014.

Penulis: Syaiful Syafar |

TANJUNG SELOR, tribunkaltim.co.id – Setelah mendapat pengesahan dari Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kini mulai fokus untuk menggenjot pelaksanaan APBD tahun 2014. Kepala Biro Keuangan Setprov Kaltara, Norman Raga, mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran yang disampaikan ke seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait persiapan pelaksanaan anggaran tersebut.

 
Isi surat itu meminta seluruh SKPD untuk segera menyiapkan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), kuasa pengguna anggaran (KPA), bendahara pembantu pengeluaran, serta pejabat pelaksana keuangan anggaran daerah (PPKAD).
 
“Edarannya sudah kita sampaikan ke SKPD sejak hari Jumat (3/1/2014). Kita meminta untuk secepatnya ditindaklanjuti, paling tidak minggu depan sudah bisa kita running. Setelah proses tahapan itu selesai, Insya Allah program-program di masing-masing SKPD bisa berjalan,” ujarnya.
 
Norman berharap, implementasi program di tiap SKPD sudah dapat berjalan paling lambat pekan kedua Januari. Selain diminta menyiapkan pengguna anggaran, SKPD juga wajib membuat Surat Keputusan (SK) agar pelaksanaannya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
 
Berdasarkan hasil evaluasi Mendagri pada 30 Desember 2013, APBD Kaltara tahun 2014 ditetapkan sebesar Rp 1,6 triliun. Ketetapan ini lalu disusul dengan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltara, sehari berikutnya.
 
Adapun komponen APBD 2014 terdiri dari dana perimbangan sebesar Rp 1,1 triliun lebih, pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 552 miliar, dana hibah dari Kabupaten/Kota sebesar Rp 330 miliar, dana bagi hasil pajak dari Provinsi induk Kalimantan Timur sebesar Rp 150 miliar, dan dana penyesuaian Rp 72 miliar. Sedangkan untuk total belanja dialokasikan sebesar Rp 1,8 triliun, yang terdiri dari belanja langsung Rp 1,1 triliun dan belanja tidak langsung Rp 770 miliar.
 
“Total pendapatan kita Rp 1,6 triliun, berarti ada devisit sekitar Rp 200 miliar. Tetapi devisit ini ditutupi dengan Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) Rp 300 miliar,” ungkap Norman. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved