PT Pos Indonesia Cabang Balikpapan Akan Buka Outlet di Kantor Pajak
Tak lama lagi Kantor Pos bakal membuka outlet pembayaran pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Balikpapan.
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - PT Pos Indonesia Cabang Balikpapan mengincar pertumbuhan signifikan dari layanan jasa keuangan, pada tahun ini.
Lyly Aryanto, Kepala PT Pos Indonesia Cabang Balikpapan menuturkan, pada tahun ini pihaknya menetapkan pertumbuhan pendapatan 15 persen dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp 18,6 miliar. "Tahun ini kami menargetkan bisa mencapai Rp 22 miliar. Itu target realistis," kata Lyly, Rabu (22/1).
Sebagai bentuk ekspansi dalam layanan jasa keuangan, tak lama lagi Kantor Pos bakal membuka outlet pembayaran pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Balikpapan. Rencananya outlet Kantor Pos bakal dibuka per 1 Februari mendatang. Pembukaan outlet Kantor Pos ini sekaligus menjadi pilot project di kawasan Kalimantan.
"Kehadiran kami di Kantor Pajak, tentu untuk berkontribusi terhadap pembangunan, sekaligus memudahkan masyarakat dalam pembayaran pajak. Kehadiran kami disana juga menjadikan layanan di Kantor Pajak menjadi one stop service," paparnya.
Kantor Pos juga berharap bisa merangkul Pemkot Balikpapan dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sehingga pembayaran bisa dilakukan di berbagai jaringan Pos.
"Dengan penambahan berbagai layanan jasa keuangan, kami berharap kontribusi dari jasa keuangan bisa naik hingga Rp 7 miliar pada tahun ini. Tahun lalu, kontribusi jasa keuangan berkisar Rp 5,5 miliar," kata Lyly.
Kendati demikian, Lyly mengakui layanan jasa pengiriman diproyeksikan masih mendominasi pendapatan yang diperoleh Kantor Pos sepanjang tahun ini. Tahun lalu, jasa pengiriman berkontribusi dengan pendapatan sebesar Rp 9,5 miliar dan tahun ini diproyeksikan naik sekitar Rp 1 miliar.
"Transaksi pengiriman memang masih mendominasi, karena karakter penduduk Balikpapan yang intensitas pengirimannya ke berbagai daerah juga masih tinggi," ujarnya.
Untuk itu, PT Pos Indonesia akan meningkatkan kualitas pengiriman, misalnya saja dengan meningkatkan kapasitas armada pengangkut dan bekerjasama dengan mitra lainnya untuk melakukan pengiriman barang.
"Tahun 2014 sebagai tahun politik, maka kami juga berharap bisa berpartisipasi dalam pengiriman logistik Pemilu. Dalam aplikasinya nanti tentu operasionalnya berbeda dengan operasional rutin kami baik dari sisi SDM, jam kerja hingga sarana pendukung dan pengawalan karena menyangkut logistik Pemilu," ujarnya.