Rabu, 8 April 2026

Untuk Tol Balikpapan-Samarinda, BUMN Belum Bisa Diandalkan

BUMN memerlukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebelum memutuskan berinvestasi di suatu bidang usaha, termasuk tol.

Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Fransina Luhukay

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nampaknya belum bisa diandalkan untuk melanjutkan penyelesaian tol Balikpapan-Samarinda. Hal ini diungkapkan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, Rabu (26/2/2014).

"Program Food and Rice Estate macet gara-gara BUMNnya ngacir (pergi) ke tempat lain. Malah swasta yang jalan di Food Estate. Kalau untuk tol, saya tunggu Pak Dahlan (Menteri BUMN). Kalau ada BUMN yang mau masuk (ikut mendanani pembangunan tol), hebat Pak Dahlan," tegas Awang.

Menurut Awang, BUMN memerlukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebelum memutuskan berinvestasi di suatu bidang usaha, termasuk tol. "BUMN tak bisa memutuskan sendiri sebelum RUPS," kata Awang.

Kendati telah disetujui dalam RUPS, lanjut Awang, BUMN masih perlu melakukan kajian mendalam secara ekonomi. Diketahui, dari sisi ekonomi, jumlah kendaraan yang melintas dari Balikpapan ke Samarinda dan sebaliknya, belum memenuhi kelayakan ekonomi. "Habis RUPS, dilihat lagi proyeknya. Layak apa tidak secara ekonomi. Kan belum layak," sebut Awang.

Opsi mengusulkan penyelesaian jalan tol sepanjang 99,02 km tersebut agar didanai APBN, menurut Awang lebih memungkinkan. Pemprov pun, katanya, sudah mengusulkan hal tersebut ke Pemerintah Pusat. "Sudah kita usulkan. APBN lebih mungkin. Jadi sekarang tinggal menunggu keputusan Pemerintah Pusat saja," katanya lagi.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved