Kemiskinan masih Mendominasi, Provinsi Madura sebagai Solusi

Masyarakat Madura hingga kini masih terbilang terbelakang, jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan modernisme.

Kemiskinan masih Mendominasi, Provinsi Madura sebagai Solusi

Masyarakat Madura hingga kini masih terbilang terbelakang, jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan modernisme. Masyarakatnya masih berada di bawah garis kemiskinan. Padahal Sumber Daya Alam (SDA) pulau ini sangat melimpah.

DAERAH dikenal sebagai pulau garam ini luasnya sekitar 5.250 km2 dengan penduduk sekitar 4 juta jiwa. Madura ini sejak puluhan tahun silam sudah terbentuk terdiri dari empat kabupaten yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep dan hingga saat ini masih menjadi bagian dari Provinsi Jawa Timur.

Sekilas tentang Madura. Seperti yang ditulis beberapa sumber, salah satunya yang dirilis Wikipedia, Madura selama berabad-abad telah menjadi bagian daerah kekuasaan yang berpusat di Jawa. Sekitar tahun 900-1500, pulau ini berada di bawah pengaruh kekuasaan kerajaan Hindu Jawa Timur.

Di antara tahun 1500 dan 1624, para penguasa Madura pada batas tertentu bergantung pada kerajaan-kerajaan islam di pantai utara Jawa seperti Demak, Gresik, dan Surabaya.

Pada tahun 1624, Madura ditaklukkan oleh Mataram. Sesudah itu, pada paruh pertama abad 18 Madura berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda (mulai 1882), mula-mula oleh VOC, kemudian oleh pemerintah Hindia-Belanda. Pada saat pembagian provinsi pada tahun 1920-an, Madura menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Pulau Madura berstatus sebagai Karesidenan dalam Provinsi Jawa Timur. Pada akhir tahun 1947, Madura diduduki kembali oleh Pemerintah Penjajah Belanda.

Untuk memperkuat cengkramannya atas Pulau Madura, seperti halnya terhadap daerah lainnya di Indonesia yang didudukinya, pada tahun 1948 Pemerintah Penjajah Belanda membentuk Negara Madura. Status sebagai negara tersebut berlangsung sampai kurun waktu pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat pada tahun 1949-1950 oleh Belanda.

Dalam Negara Republik Indonesia Serikat (RIS), Madura merupakan salah satu Negara Bagian bersama-sama dengan Negara-Negara Bagian lainnya, seperti Republik Indonesia Yokyakarta, Indonesia Timur, Pasundan, Sumatra Timur, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat.

Status Madura di dalam wadah RIS hanya berusia pendek, karena pada tahun 1950 itu juga Rakyat Madura telah membubarkan Parlemen dan Negara Madura, dan kembali bergabung dengan Republik Indonesia kesatuan di Yogyakarta.

Namun, sejak zaman dahulu kala, kondisi perekonomian di pulau ini sangat memprihatinkan. Kesempatan ekonomi lain yang terbatas telah mengakibatkan pengangguran dan kemiskinan. Tak pelak, banyak masyarakat Madura lebih memilih merantau ke pulau Jawa dan daerah-daerah lain. Mereka merantau dengan tujuan bermamca-macam. Misalnya menimba ilmu ke jenjang lebih tinggi hingga ke luar negeri. Adapula yang memilih hijrah hanya karena kebutuhan ekonomi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved