Timsel KPU Nunukan Gugurkan Satu Calon karena Aktif di Partai
Zahri Fadhli mengakui, pihaknya menggugurkan salah satu calon karena diketahui masih aktif sebagai pengurus partai politik.
Calon itu diketahui masih aktif di partai berdasarkan bukti-bukti yang disampaikan masyarakat, saat memberikan tanggapan terhadap 17 calon yang sebelumnya dinyatakan lulus seleksi tertulis, tes kesehatan dan tes psikologi.
Zahri mengatakan, bukti-bukti yang disampaikan masyarakat itu benar-benar bisa dipertanggunjgawabkan.
“Dari tujuh belas itu hanya satu orang yang gugur karena tanggapan masyarakat. Terindikasi terlibat partai. Kami meminta SK di partai tertentu, ternyata beliau terlibat di partai. SK nya itu 2011-2016, berarti masih aktif,” ujarnya.
Dalam aturan, calon komisioner setidaknya sudah tidak aktif di partai lima tahun belakangan ini.
Sementara itu, enam orang lainnya tersingkir karena nilai wawancara yang rendah dibandingkan 10 calon lainnya.
“Wawancara ada bidang-bidangnya. Masalah manajemen pemilu, tentang perundang-undangan yang berkaitan dengan kepemiluan, kemudian tanggapan masyarakat. Dari hasil wawancara itulah tersaring 10 nama ini,” ujarnya.
10 nama ini selanjutnya akan diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan TImur. Kemungkinan, uji kepatutan dan uji kelayakan terhadap 10 nama ini digelar antara tanggal 12-14 maret.
“Tanggal 15 mereka sudah dilantik. Tetapi kami memang belum bisa memastikan itu. Setelah kita berkoordinasi di sana barulah kita bisa mendapatkan gambaran. Karena komunikasi kami melalui telepon, mereka juga belum bisa menentukan kapan,” ujarnya.
Zahri mengatakan, selama melaksanakan tahapan seleksi pihaknya tidak pernah mengalami hambatan yang menyebabkan gagalnya tahapan dilaksanakan. Tim seleksi juga tidak pernah diintervensi pihak-pihak dari luar.
“Kalau menyampaikan harapan-harapan tentang si A dan si B mengingat keadaan dimasyarakat, integritasnya dimasyarakat, itu hal yang positif sehingga menjadi tolak ukur penilaian kami. Artinya ini orang yang 10 besar ini orang-orang yang diterima dimasyarakat,” ujarnya.
Kalaupun ada informasi negatif tentang para calon dimaksud, pihaknya juga tetap berupaya menilai objektif.
“Kalau tekanan dari mana-mana harus luluskan ini, tidak ada. Yang masyarakat perlu fahami, kami menentukan bukan karena titipan atau tekanan. Tetapi ini semuanya hasil maksimal yang kami lakukan,” katanya.