Breaking News:

Retail Modern Baru Masih Belum Boleh Berdiri di Samarinda

Pemkot Samarinda tengah menggodok Perwali tentang Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, Toko Modern, dan Industri Retail.

Penulis: Doan E Pardede | Editor: Sumarsono

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Pemkot Samarinda saat ini tengah menggodok Peraturan Walikota (Perwali) tentang Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, Toko Modern, dan Industri Retail. Sebelum terbitnya Perwali tersebut, swalayan modern baru dilarang berdiri. Untuk target,  paling lama akhir Maret, Perwali sudah dirumuskan dan diharapkan mulai berlaku April mendatang.

Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail, Selasa (11/3/2014) mengatakan, pembahasan saat ini sudah dalam tahap final draft. Namun, final ini sendiri nantinya masih akan dibahas lagi bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Kementrian Perdagangan RI di Jakarta.

Perwali ini kata Nusyirwan dibahas dengan menggunakan aturan Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang Samarinda yang terbaru. Perwali ini juga mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern yang mulai berlaku Juni 2014 mendatang.

"Kalau secara nasional memang jarak itu tidak diatur. Tapi di dalam, kebijakan lokal dimungkinkan untuk mengatur jarak. Terutama jarak dengan pasar tradisional. Ini yang sedang kita bahas, jarak berapa yang layak. Yang kearifan lokalnya tepat," kata Nusyirwan.

Dalam merumuskan jarak juga kata Nusyirwan, juga dipengaruhi oleh antara lain kepadatan penduduk di kawasan tersebut, kondisi sosial ekonomi. Dan juga dipengaruhi oleh 4 zona yakni pusat kota, sub kota, penyangga dan hinterland.

Terkait pasar tradisional yang sudah berdiri dan teranulir oleh jarak, hal  itu menurutnya akan diatur dalam pasal peralihan.

"Bagaimana bunyi dalam pasal peralihan, nanti akan kita lihat. Apakah diberi tempo 1 tahun baru pindah atau bagaimana, nanti kita lihat. Memang pengaturan jarak akan ada resiko," kata Nusyirwan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved