Senin, 11 Mei 2026

Otoritas Jasa Keuangan

OJK Luncurkan Call Center 0542-500655 untuk Wilayah Balikpapan

OJK juga telah meluncurkan call center yang bisa dihubungi masyarakat, yakni 500655 atau 0542-500655 untuk wilayah Balikpapan.

Tayang:
Editor: Fransina Luhukay

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencatat 19.610 laporan yang masuk melalui layanan pengaduan OJK hingga 12 Agustus 2014. Laporan yang diterima didominasi permintaan informasi sebanyak 15.192 pertanyaan atau 77,47%, kemudian penyampaian informasi sebanyak 2.027 atau 10,34% dan pengaduan sebanyak 2.391 pengaduan (12,19%).

Agus Sugiarto, Direktur Literasi dan Edukasi OJK mengatakan dari laporan berupa permintaan informasi didominasi pertanyaan mengenai non Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 63,66% kemudian disusul pertanyaan mengenai asuransi 13,94%. "Sedangkan untuk pengaduan didominasi oleh pengaduan mengenai perbankan yakni 50,48% dan asuransi 28,02%," kata Agus.

Bila ditilik dari wilayah di Kaltim, permintaan informasi juga tetap mendominasi yakni sebanyak 100 pertanyaan, kemudian penyampaian informasi sebanyak 22 laporan dan pengaduan sebanyak 14 laporan. Khusus untuk pertanyaan, lebih banyak ditujukan untuk meminta informasi mengenai asuransi dan non Lembaga Jasa Keuangan. Sedangkan untuk pengaduan lebih didominasi terkait asuransi dan perbankan. Untuk membuka keran pengaduan maupun penyampaian informasi mengenai berbagai investasi ataupun produk keuangan, OJK juga telah meluncurkan call center yang bisa dihubungi masyarakat, yakni 500655 atau 0542-500655 untuk wilayah Balikpapan.  

OJK juga akan terus melanjutkan sosialisasi fungsi OJK sehingga masyarakat kian dimudahkan dalam mencari informasi maupun melaporkan berbagai hal terkait layanan jasa keuangan. Agus menambahkan sebagian besar masyarakat belum memiliki informasi yang memadai mengenai layanan dan produk lembaga keuangan. Bahkan saat ini hanya sekitar 20% usia produktif yang memiliki rekening keuangan yang mengindikasikan masih rendahnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan, karena minimnya informasi yang diperoleh.

"Kami tentu akan terus melakukan kampanye nasional mengenai hal ini. Tentu juga akan diiringi dengan penguatan infrastruktur dan mendorong jasa keuangan yang sifatnya terjangkau, misalnya untuk perbankan melalui berbagai produk TabunganKu dan asuransi mikro," kata Agus.

Selain itu, OJK melalui Si Mobil Edukasi (Simolek) yang kini berjumlah 20 unit akan terus menjalankan fungsi edukasi. Masuknya informasi mengenai OJK, layanan perbankan, Pegadaian, pasar modal hingga dana pensiun dalam kurikulum 2013 untuk siswa kelas 10 diharapkan bisa mendorong penambahan wawasan akan lembaga jasa keuangan di tanah air, sedari dini.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved