Dianggarkan Rp 5 M Jembatan Muang Belum Tuntas
Idealnya, pembangunan jembatan Muang Dalam yang ambruk beberapa saat lalu membutuhkan dana Rp 10 miliar.
Penulis: Doan E Pardede | Editor: Sumarsono
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Idealnya, pembangunan jembatan Muang Dalam yang ambruk beberapa saat lalu membutuhkan dana Rp 10 miliar. Namun, informasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda, jembatan yang menghubungkan Kampung Bayur dengan Muang Ilir, Lempake hanya mendapatkan Rp 5 miliar dari APBD Perubahan 2014.
Seperti diberitakan, akibat tidak kuat menahan beban eskavator yang mencapai 20 ton lebih, jembatan kayu yang merupakan akses utama 3000-an warga di 6 RT tersebut ambruk. Padahal, jembatan ini satu-satunya akses utama warga baik mendistribusikan hasil kebun mau pun aktivitas masyarakat lainnya.
Untuk diketahui, sekitar 40 persen suplai sayuran di Pasar Segiri Samarinda bergantung pada eksisnya jembatan tersebut. Saat ini, warga menggunakan jembatan sementara yang terbuat dari kayu untuk aktifitas sehari-hari.
Kasi Peningkatan Jembatan, Bidang Bina Marga DBMP Kota Samarinda, Eko Restu di ruangannya, Selasa (19/8) mengaku belum mendapatkan informasi tertulis seputar berapa jumlah dana yang akhirnya disetujui. Namun dirinya mengatakan, usulan yang disampaikan sejumlah Rp 10 miliar di APBD Perubahan Kota Samarinda Tahun 2014 lalu.
Dengan Rp 5 miliar, menurutnya hanya bisa untuk antara lain pemancangan dan pembuatan dudukan (abutment) rangka jembatan hingga akhir bulan Desember mendatang. Semuanya kata Eko, akan melalui proses lelang seperti proyek pada umumnya. Dirinya optimis, dana Rp 5 miliar tersebut bisa terserap maksimal hingga batas akhir anggaran.
Maka dipastikan dengan dana Rp 5 miliar, jembatan ini belum bisa rampung pada 2014 ini. "Kalau 10 M selesai, kalau 5 M ya katakanlah 50 persen," katanya. (*)