Kelangkaan BBM Bersubsidi
Tolak Permintaan Jokowi Naikan Harga BBM, Ini Pertimbangan SBY
Sikap pemerintah SBY adalah, karena tahun lalu pemerintah baru menaikan harga BBM subsidi 33 persen tentu memberatkan masyarakat.
JAKARTA, tribunkaltim.co.id - Menteri Koodinator Perekonomian Chairul Tanjung memberikan alasan mengapa Presiden SBY menolak permintaan presiden terpilih Joko Widodo pada pertemuan di Nusa Dua Bali, Rabu (27/8/2014).
Menurut CT, alasan penolakan permintaan Jokowi agar pemerintah menaikan harga BBM karena presiden menganggap saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengambil kebijakan tersebut. "Sikap pemerintah SBY adalah, karena tahun lalu pemerintah baru menaikan harga BBM subsidi 33 persen tentu memberatkan masyarakat," ujar CT setelah menggelar rapat koordinasi pencabutan gugatan Newmont, Jakarta, Jumat (29/8/2014).
Selain itu, pemerintah pun sudah menaikhan harga listrik dalam waktu yang berkala. "Saat ini pemerintah setiap tiga bulan menaikkan harga listrik atau tarif dasar listrik," kata dia.
Alasan ketiga, menurut CT, adalah karena dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi pemerintah akan menaikan gas elpiji 12 kilogram seperti yang sudah diusulkan oleh Pertamina, Alasan-alasan itulah yang menurut CT menjadi pertimbangan Presiden SBY menolak usulan Jokowi karena dinilai akan semakin membebani masyarakat.
"Akan sangat berat apabila masyarakat menanggung kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini, oleh karenanya pemerintah mengusulkan sampai 20 Oktober 2014 tidak ada nada kenaikan BBM," kata mantan Ketua Komite Ekonomi Nasional itu.