Keistimewaan untuk Lulusan Universitas di Kaltim jadi CPNS
Ada yang berbeda dengan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemprov Kaltim kali ini.
Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Sumarsono
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Ada yang berbeda dengan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemprov Kaltim kali ini. Diketahui, 2014 ini Pemprov Kaltim mendapatkan jatah sebanyak 179 formasi CPNS dari Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan).
Perbedaaannya yakni adanya perlakuan khusus untuk putra daerah, lulusan universitas di Kaltim. Para sarjana maupun S2 dari universitas di Kaltim bisa mendaftar dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lebih rendah dibandingkan dengan pelamar dari universitas di luar Kaltim.
"Misalnya untuk S1 dari universitas di Kaltim IPKnya cukup 2,75. Sedangkan dari universitas di luar Kaltim minimal 3,25. Nah yang repot jika anak Kaltim yang kuliah di luar (Kaltim) tapi IPKnya rendah. Masa sudah kuliah di luar IPKnya rendah. Saya saja di UGM IPK bisa 3,6," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Yadi Robyannoor.
Menurut Roby, keistimewaan ini merupakan wujud konkret Pemprov Kaltim memberikan kesempatan putra putri Kaltim mengabdi di daerahnya. "Boleh dong kita kasih kesempatan anak-anak kita. Kita ingin memberi kesempatan universitas lokal untuk menghasilkan SDM (sumber daya manusia) yang mampu berkompetisi, serta kesempatan bagi putra daerah," papar Roby.
Keistimewaan bagi lulusan universitas asal Kaltim ini diatur dalam praturan khusus penerimaan CPNS Kaltim.
"Kita sudah rapat dengan Kemenpan mengenai hal ini. Persyaratan dalam pendaftara itukan ada dua, ada syarat umum yakni berkewarganegaraan Indonesia, dan satunya lagi syarat khusus yang mengatur putra daerah tadi," urai Roby. (*)