BAZNAS Kabupaten Nunukan Belajar Ke Kota Tarakan
Rombongan diterima Ketua Pelaksana Harian BAZNAS Kota Tarakan, Samsi Sarman beserta pengurus dan staf di Sekretariat BAZNAS Kota Tarakan.
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nunukan mengunjungi Kota Tarakan untuk belajar ke BAZNAS Kota Tarakan. Rombongan BAZNAS Kabupaten Nunukan dipimpin ketuanya Zahri Fadli dengan melibatkan empat pemimpin BAZNAS lainnya didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab Nunukan, Slamet Riyadi dan Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Sayid Abdullah.
Pada kunjungannya itu, rombongan diterima Ketua Pelaksana Harian BAZNAS Kota Tarakan, Samsi Sarman beserta pengurus dan staf di Sekretariat BAZNAS Kota Tarakan , Jalan Selumit Dalam.
Pertemuan juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan, Imam Mohtar dan Penyelenggara Syariah Kemenag Kota Tarakan, Sultan Halim.
Sayid kepada www.tribunkaltim.co.id (TRIBUNNEWS Network) mengatakan, pertemuan antara pengurus BAZNAS ini mengagendakan koordinasi dan konsultasi mengenai perkembangan pengelolaan BAZNAS.
Kepala Sekretariat BAZNAS Kabupaten Nunukan, Harun Zain mengatakan, kunjungan ini untuk mengetahui dan memahami program kerja kepengurusan BAZNAS Kota Tarakan, strategi penghimpunan zakat melalui berbagai kebijakan-kebijakan daerah serta pencapaian BAZNAS Kota Tarakan dalam memberdayakan perolehan zakat infaq dan sedekah yang didistribusikan melalui berbagai bidang. "Termasuk latar belakang profesi Pengurus BAZNAS," ujarnya.
Diketahui, BAZNAS Kota Tarakan merupakan BAZNAS terbaik secara Nasional dalam pengelolaan Administrasi Tahun 2011. BAZNAS Kota Tarakan terpilih sebagai salah satu BAZNAS di Indonesia dengan pelayanan yang sangat memuaskan, sehingga memperoleh penghargaan dari BAZNAS Pusat yang diserahkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono pada Rakernas BAZNAS di Jakarta beberapa hari lalu.
Zahri mengatakan, sebagai Pengurus BAZNAS yang baru terpilih, pihaknya membutuhkan informasi-informasi penting untuk mengelola BAZNAS.
"Dengan melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Tarakan, diharapkan mendapatkan informasi dan pengalaman dalam pengelolaan zakat infaq dan sedekah," ujarnya.
Dari kunjungan inipula diharapkan informasi yang diperoleh bisa menjadi perbandingan dan percontohan di Kabupaten Nunukan. Sehingga nantinya BAZNAS Kabupaten Nunukan dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, professional, akuntabel serta terpercaya.
"Tentunya hal itu tidak lepas dari dukungan dan peran Pemerintah sebagai pembuat regulasi serta kebijakan sebagai payung hukum dalam menjalankan tugas dan fungsi BAZNAS," ujarnya.
Ada lima aspek penting yang merupakan ruh dan spirit dari kegiatan BAZNAS, diantara sosialisasi dan edukasi zakat kepada seluruh masyarakat secara berjenjang dan terstruktur, penguatan BAZNAS sebagai amil yang memiliki integritas pribadi yang kuat, amanah dan profesional, program pendayagunaan yang tepat sasaran serta penguatan regulasi dan aturan maupun sinergi dan koordinasi dengan semua pihak.
Hal ini menjadi cita-cita seluruh Pengurus BAZNAS di Indonesia sesuai dengan harapan pembentukan BAZNAS yang mengacu pada peraturan perundang-undangan.