BTN Targetkan Jual ORI di Balikpapan hingga Rp 8 Miliar

Investor yang minat berinvestasi pada obligasi negara ritel (ORI) seri 11 bisa mulai menyisihkan dananya.

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id- Investor yang minat berinvestasi pada obligasi negara ritel (ORI) seri 11 bisa mulai menyisihkan  dananya. Pemerintah menawarkan kupon sebesar 8,5% per tahun bagi investor yang berinvestasi di instrumen ini.

Indra Sakti Agung Nugroho, Manager BTN Prioritas Balikpapan mengatakan, pihaknya menargetkan bisa menjual ORI hingga Rp 550 miliar. Khusus di Balikpapan, ditargetkan sebesar Rp 8 miliar.

"Pemesanan dari nasabah BTN sudah cukup banyak bahkan sudah mencapai sekitar Rp 5 miliar. Kami memang sudah menawarkan pada nasabah BTN Prioritas untuk produk ORI-011 ini dan antusiasmenya cukup tinggi," kata Agung, Senin (29/9).

Setiap diluncurkannya ORI, kata Agung, antusiasme nasabah terhitung cukup tinggi. Tahun lalu saja, ketika BTN masih menjadi sub agen, respons nasabah terhitung cemerlang. "Dan saat ini, kami menjadi agen penjual. ORI memang diminati karena meski tenor tiga tahun namun setelah nasabah mendapatkan kupon pertama maka sudah bisa dilepas di pasar sekunder," paparnya.

Sementara itu, Dicky Sukanto VP Bank Mandiri Balikpapan mengatakan, Bank Mandiri menargetkan penjualan mencapai Rp 2,041 miliar secara nasional. "Kami masih menunggu alokasi target khusus untuk Balikpapan," kata Dicky.

ORI-011 akan ditawarkan selama dua pekan mulai 1 hingga 16 Oktober 2014 mendatang. Sedangkan tanggal penjatahan pada 20 Oktober 2014 dan setelmen pada 22 Oktober 2014.

ORI-011 bertenor tiga tahun dan akan jatuh tempo 15 Oktober 2017. Pemerintah menetapkan minimum holding period selama satu periode pembayaran kupon pertama. Dengan demikian,  surat utang ini baru dapat diperjualbelikan pada tanggal 15 November 2014. Investor dapat membeli ORI dengan minimum pemesanan Rp 5 juta dan maksimum pemesanan sebesar Rp 3 miliar. Pembayaran kupon akan dilakukan pada  tanggal 15 setiap bulan. Pembayaran kupon pertama kali akan dilakukan pada 15 November 2014.

Tujuan penerbitan ORI011 ini untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2014 dan mengembangkan pasar Surat Utang Negara domestik melalui diversifikasi instrumen sumber pembiayaan dan perluasan basis investor. Pemerintah menganggap investor individu merupakan sumber pembiayaan pembangunan dari dalam negeri yang sangat potensial serta sangat berperan dalam mendukung ketahanan pasar keuangan Indonesia.

Investor yang berminat membeli ORI011 dapat menghubungi 21 agen penjual yang telah ditunjuk, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Citibank, N.A, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd, PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, Standard Chartered Bank, PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Internasional Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Trimegah Securities Tbk dan PT Sucorinvest Central Gani.

Penulis: Maipah
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved