Warga Sipil Tertembak

Penembakan Hendro Menyebar Broadcast BBM

Pada pukul 14.30 Wita dalam patroli itu kemudian terjadi kejar-kejaran antara mobil BKO Kodim dengan mobil yang diduga habis maling buah sawit.

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Kabar yang dialami Hendro cepat menyebar di masyarakat, diantaranya melalui broadcast (pesan berantai) di Blackberry Massengger (BBM). Dari informasi tersebut dikabarkan jika kejadian tertembaknya Hendro di blok peta 9 PT REA Kaltim Plantations area Kembang Janggut, Kutai Kartanegara. (Baca juga: Duka Hendro Diduga Tertembak Oknum TNI)

Dari informasi yang beredar itu 'penembak' disebut-sebut yakni Kopda M Tamsir anggota Kodim 0609 Tenggarong. Saat itu sekitar pukul 09.00 Wita, BKO Kodim Sertu Aji dengan Kopda M Thamsir melakukan patroli di wilayah PD 7 REA perdana SUB menggunakan kendaraan patroli dikemudikan Kopda M Thamsir.

Pada pukul 14.30 Wita dalam patroli itu kemudian terjadi kejar-kejaran antara mobil BKO Kodim dengan mobil yang diduga habis maling buah sawit.

Dari kabar bahkan disebutkan jika beberapa kali mobil yang dinaiki Hendro menabrak mobil patroli. Mobil saling adu kepala.
lalu Kopda Thamsir turun dari mobil dan menembak ban mobil maling. Nahas peluru yang meluncur malah mendarat deras di leher Hendro.

Saat itu mobil yang dikendarai Hendro yakni mobil grandmax pikup. Ada juga versi cerita yang menyebutkan jika peluru dari arah depan menembus kaca depan, sebelum bersarang di leher sebelah kiri dan pinggang.

Hingga berita ini diturunkan, motif dan kejelasan kronologis memang belum jelas. Terlepas dari itu, TRIBUNKALTIM.CO yang mencoba untuk konfirmasi langsung Denpom VI/1 Samarinda juga belum dapat keterangan resmi dan jelas. Namun, dari informasi dihimpun dilingkungan Denpom sudah ada anggota Denpom yang diberangkatkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Pun Komandan Korem 091/ASN Brigjen TNI Nono Suharsono saat dihubungi TRIBUNKALTIM.CO melalui sms belum ada jawaban. Terpisah, dari pihak perusahaan. Dokter Maria dari PT REA Kaltim Plantations membenarkan jika kondisi Hendro masih koma.

"Iya saya ikut mendampingi, masih dalam kadaan koma. Bukan tidak mau menjelaskan tapi kalau untuk keterangan di koran silahkan hubungi atasan saya," katanya.

HRD PT REA Kaltim Plantations, Dedi saat dikontak TRIBUNKALTIM.CO enggan mengatakan kronologi jelas di lokasi kejadian dengan dalih tidak tahu.

"Kejadian disana tidak tahu, kami fokus untuk kesembuhan yang bersangkutan (Hendro), kejadian disana faktanya belum final belum dapat informasi kejelasan. Ya masih masih koma, tapi dia itu bukan karyawan kita tapi dia itu masyarakat setempat," beber Dedi.

Masih menurut Dedi, pihak perusahaan berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk terus memberi pelayanan terhadap Hendro sampai sembuh.

"Perusahaan sudah menugaskan manajemen untuk pelayanan hingga korban sembuh. Kami bertanggungjawab penuh sampai dia sembuh, kami obati tanggung seluruh biaya pengobatan. Kalau fakta kronologi kejadian belum tahu. Korban jalani operasi hingga dua jam lamanya setelah dianalisa oleh dokter bedah umum Antoni di RSUD AM Sjahranie," ucapnya.

Sementara itu, pantauan TRIBUNKALTIM.CO di Jalan Hasan Basri tempat PT REA Kaltim Plantations berkantor tentu tidak aktivitas karena hari libur. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved