Katanya Asli, Ternyata Madunya Membeku

Saya dibohongi. Dua minggu lalu saya beli madu dalam kemasan botol kecil di jalan Samboja. Saya kira asli karena pedagangnya bilang begitu.

Katanya Asli, Ternyata Madunya Membeku
TRIBUN KALTIM / RAHMAD TAUFIK
Penjual madu hutan di sepanjang jalan poros Samboja, Samarinda-Balikpapan diduga jual madu hutan palsu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Beberapa warga mendesak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kukar menertibkan para penjual madu di sejumlah titip sepajang jalan Poros Samboja. Pasalnya, mereka tertipu setelah membeli madu tersebut ternyata palsu.

"Saya dibohongi. Dua minggu lalu saya beli madu dalam kemasan botol kecil di jalan Samboja. Saya kira asli karena pedagangnya bilang begitu. Tapi sampai rumah ternyata palsu. Produk madu itu membeku setelah saya taruh di Kulkas," ujar Surya, warga Gunung Jati Tenggarong mengomel, Senin (24/11/2014). Padahal dia membeli madu karena ingin dikonsumsinya untuk kesehatan.

"Pas lewat Samboja, saya berhenti untuk beli madu yang dijajakan berjejer di pinggir jalan. Mereka bilang madu hutan," imbuhnya. Dia berharap, warga tak mudah tertipu dengan para penjual madu di Samboja, kalau perlu dicek dulu keasliannya.

Herman, warga Kampung Baru pernah pula membeli madu di kawasan Samboja. Dia pun mengaku tertipu karena sampai rumah madu itu palsu.

"Saya beli dalam botol besar dengan harga Rp 100 ribu. Rencananya, madu itu buat saya konsumsi sendiri. Saya sih percaya ketika pedagang itu menawarkan kalau produknya asli," tuturnya. Namun dia mengaku kaget ternyata produk madu itu palsu. "Bahannya seperti dari bahan karamel, yakni gula yang dicairkan. Saya masih menyimpannya di kulkas saya kalau mau bukti itu produk madu palsu," tegasnya.

Herman mendesak Disperindagkop untuk menertibkan para pedagang madu palsu itu agar tidak semakin banyak pembeli yang tertipu, apalagi orang baru.

TRIBUNKALTIM.CO pernah mengecek untuk membeli produk madu itu. Setidaknya, ada sekitar 15 pedagang berjejer di pinggir jalan sepanjang jalan poros Samboja. Produk tersebut memang palsu.

Kepala Disperindagkop Kukar Azmidi melalui Kabid Perdagangan, Bustani mengatakan pihaknya perlu laporan tertulis terkait temuan adanya produk madu asli yang dijual di Samboja. "Dengan laporan tertulis, nanti kami akan tindak lanjuti, lalu berkoordinasi dengan provinsi dan minta batuan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk memeriksa produk madu tersebut," kata Bustani. Laporan tertulis ini juga perlu didukung data seperti, hari dan jam berapa membeli produk itu dan foto.

Produk ini harus diuji sampel oleh BPOM untuk mengetahui kandungan zat dalam madu palsu tersebut. Hasil uji laboratorium akan jadi dasar untuk menindak para pedagang nakal. "Kalau ada laporan tertulisnya, bisa cepat ditindaklanjuti dan dilakukan penindakan," ucap Bustani. (*)

Ikuti perkembangan berita lainnya dengan Like Facebook TRIBUN KALTIM serta follow @tribunkaltim

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved