Kisah Manusia Perahu

Pemkab Berau Rekrut Manusia Perahu

Pemkab Berau bersama aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali mengamankan sedikitnya 18 manusia perahu

TRIBUNKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Pemkab Berau bersama aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali mengamankan sedikitnya 18 manusia perahu di peraiaran Berau. Hingga Senin (24./11/2014), jumlah manusia perahu yang ditampung di Lapangan Bulalung, Kecamatan Derawan, mencapai 544 orang (baca juga: Jumlah Orang Asing di Berau Bertambah jadi 544 Orang).

"Kami masih melakukan penyisiran, diduga masih ada lagi orang asing di perairan Berau," Kapolres Berau AKBP Turmudi melalui Kapolsek Tanjung Batu, Iptu Ismail Wahid, kemarin.

Mengenai penanganan ratusan nelayan tanpa identitas asal Malaysia dan Filipina tersebut, Pemkab berjanji memperlakukan mereka secara manusiawi dan memastikan tidak ada hak asasi yang dilanggar. Pemkab bahkan merekrut dan mempekerjakan sebagian dari manusia perahu  menjadi anggota kelompok koordinator untuk menangani masalah mereka sendiri.

“Untuk mempermudah penangan mereka, seperti dalam hal pembagian logistik, kami akan bentuk koordinator yang anggotanya juga dari para nelayan asing itu,” kata Mappasikra Mappaseleng, Staf Ahli Bidang Kemasyarakat dan SDM Pemkab Berau yang ditunjuk sebagai Ketua Koordinator penanganan manusia perahu itu.

Anggota koordinator itu nantinya akan dipilih dari para pemilik kapal yang dijadikan selama ini dijadikan rumah paa manusia perahu tersebut saat melaut. “Pemilik  kapal yang akan membagikan logistik ke ‘warganya’ masing-masing, sesuai dengan anggota yang tinggal di kapalnya,” jelasnya.

Terkait langkah selanjutnya untuk mengatasi keberadaan ratusan nelayan asing itu, Mappasikra mengaku tak dapat berbuat banyak selain memberikan bantuan logistik dan melakukan pendataan. (Baca: Mereka Barter Tangkapan Ikan dengan Tepung)

“Karena ini urusan Nengara bukan lagi urusan Pemkab Berau, kita tidak punya kewenangan. Kita hanya memberikan data untuk selanjutnya instansi terkait di pemerintahan pusat mengambil tindakan,” kata mantan Kabag Humas Pemkab Berau ini.

Mappasikra berjanji memberikan informasi yang terpusat. “Jadi sumber data hanya dari satu sumber, sehingga data yang kita sampaikan ke Pemerintah Pusat atau ke pihak Kedutaan Negara yang bersangkutan tidak simpang siur,” paparnya.

Selain memenuhi kebutuhan dasar seperti makan dan minum, Pemkab Berau saat ini juga telah menurunkan tenaga kesehatan untuk memberikan layanan kesehatan kepada ratusan keluarga manusia perahu yang saat ini tinggal di tenda-tenda yang disediakan Pemkab Berau di Tanjung Batu. (*)

Ikuti perkembangan berita lainnya dengan Like Facebook TRIBUN KALTIM serta follow @tribunkaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved