Senin, 13 April 2026

Indonesia Super League

Ikon Dayak Benuaq Ulap Doyo Melekat di Jersey Pemain Mitra Kukar

Mitra Kukar mempertahankan jersey musim kompetisi mendatang. Klub kesayangan warga Kalimantan Timur ini akan mempertahankan desain tenun Ulap Doyo.

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Mitra Kukar mempertahankan jersey musim kompetisi mendatang. Klub kesayangan warga Kalimantan Timur ini akan mempertahankan desain tenun Ulap Doyo yang menjadi ciri khas warga Kutai Kartanegara.

"Saya meminta Joma untuk mempertahankan warna dasar emas serta desain ciri khas Kutai Kartanegara. Saya meminta Joma untuk tidak menghilangkan motif Ulap Doyo yang menjadi ciri khas Kutai Kartanegara," ujar Presiden Mitra Kukar Endri Erawan, di kawasan Pondok Indah, Jumat (28/11/2014) malam. (Baca: Mantan Kiper Timnas U-19 Gabung Mitra Kukar)

Desain Ulap Doyo tertera pada bagian lengan kanan dan kiri. Menurut Endri, meski berukuran kecil, Ulap Doyo tersebut sudah melambangkan Kutai Kartanegara. Gambar naga juga dimasukkan di dalam jersey dalam bentuk watermark. Ini sesuai dengan julukan Mitra Kukar, Naga Mekes.

Di bagian depan jersey kandang dan tandang Mitra Kukar juga terdapat garis membentuk huruf V. Desain ini mewakili apparel Joma, selaku sponsor Mitra Kukar. Huruf V melambangkan victory atau kejayaan. Joma memasang huruf V di semua jersey klub-klub Indonesia Super League yang mereka sokong. Harapannya, klub-klub itu meraih kejayaan. (Baca: Mitra Kukar Target TC Awal Desember Dengan Pemain Baru)

Kalimantan Timur terkenal kaya akan hasil budaya. Salah satunya sentuhan dan ornamen Kutai terutama kain tenun Ulap Doyo. Kain yang menjadi identitas Suku Dayak Benuaq yang mendiami sebagian wilayah Kalimantan Timur. Bahan baku, proses pembuatan, dan motif yang spesifik dari tenun ini menjadi warisan budaya tak ternilai dari masyarakat Dayak Benuaq.

Ulap doyo merupakan jenis tenun ikat berbahan serat daun doyo (Curliglia latifolia). Daun berasal dari tanaman sejenis pandan yang berserat kuat yang tumbuh secara liar di pedalaman Kalimantan, misalnya di wilayah Tanjung Isuy, Jempang, Kutai Barat.

Mitra Kukar juga mempertahankan warna hijau pada jersey tandang mereka. Pada jersey tandang, garis yang membentuk huruf V berwarna putih, sedangkan hitam pada jersey kandang. (Baca: Manajemen Berharap, Mitra Kukar Bisa Tampil di AFC Cup)

Kerja sama antara Mitra Kukar dengan Joma tertuang dalam bentuk apparel. Joma akan menjadi pemasok utama semua perlengkapan sepak bola tim dalam setahun ke depan. Nilai kontrak Mitra Kukar dengan Joma berkisar Rp 1,5 sampai 2 miliar. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, Mitra Kukar menjalin kerjasama dengan perusahaan apparel. (Tribunnews.com/Deodatus Suksmo Pradipto)

Baca Juga Berita Terkini Lainnya:
Gara-gara Jokowi Dua Kementerian Batal Pesan 140 Kamar Hotel Mewah

Golkar Kutai barat Nekat Mbalelo, Tidak Dukung Ical

Meriah, Rizal Armada Anggap Balikpapan Kampung Halaman Sendiri

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved