Kamis, 11 Juni 2026

Kisah Manusia Perahu

Lambung Nyeri, Almarati Minta Makan Ubi

Diawal ditampung, kata Ketua RT 5 Tanjung Batu, Mariana, Dinas Sosial memberikan ubi dan singkong sebagai makanan pokok manusia perahu.

Tayang:
Penulis: Rafan Dwinanto |

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG BATU - Almarati melangkah gontai menuju posko kesehatan di tenda penampungan manusia perahu, di Tanjung Batu, Sabtu (29/11/2014). Petugas di posko kesehatan yang melihat Almarati langsung membaringkannya di tandu yang tersedia di posko kesehatan.

Alat pengukur tensi darah langsung dilingkarkan di lengan Almarati. Sementara, stetoskop dijamahkan ke bagian dada dan perut pria berumur 50 tahun ini.

"Lambung saya nyeri. Badan saya lemas. Mungkin makanannya tidak cocok. Soalnya kami biasa makan ubi," keluh Almarati.

Diawal ditampung, kata Ketua RT 5 Tanjung Batu, Mariana, Dinas Sosial memberikan ubi dan singkong sebagai makanan pokok manusia perahu. Tapi, lagi-lagi proses mengolah ubi menjadi makanan yang diinginkan manusia perahu, cukup merepotkan.

"Dulu pernah dikasih ubi 6 karung. Kita rebus dan kita berikan ke manusia perahu. Tapi akhirnya manusia perahu jadi cepat lapar kalau ubinya hanya direbus," jelasnya.

Biasanya, manusia perahu memarut ubi dan singkong tersebut terlebih dahulu sebelum diolah menjadi makanan. Setelah diparut, ubi tersebut dijemur hingga kering lantas dimasak.

"Tidak masalah kalau mau makan ubi lagi. Tapi kami minta diberikan mesin parut. Tidak mungkin kami bisa memarut ubi untuk orang sebanyak ini dengan alat parut. (*)


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved