Kenaikan Harga BBM
Ayam di Berau dari Rp 35 Ribu jadi Rp 25 Ribu
Namun di Kabupaten Berau, dalam seminggu terakhir, harga komoditas pasar cederung mengalami penurunan.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Umumnya, kenaikan harga BBM selalu dibarengi dengan kenaikan harga barang-barang, terutama harga pangan. Namun di Kabupaten Berau, dalam seminggu terakhir, harga komoditas pasar cederung mengalami penurunan.
Pantauan TRIBUNKALTIM.CO di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Minggu (30/11/2014) harga sejumlah komoditas mengalami penurunan drastis. Di pasar induk itu, harga sayur mayur yang sebelumnya berkisar Rp 5.000 kini turun menjadi Rp 1.000 per ikat.
Tidak hanya sayuran yang mengalami penurunan, harga daging sapi dan ayam juga turun secara drastis. Jika sebelumnya daging ayam dijual dengan harga Rp 35.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp 25.000 per kilogram atau turun Rp 5.000 per kilogramnya. Sedangkan harga daging sapi turun Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 100.000 per kilogram.
Menurut Isnaini, salah seorang pedagang daging ayam, turunnya komoditas tersebut disebabkan banyaknya stok di pasaran. “Seminggu ini banyak ayam yang datang dari peternakan, paling tidak tiga hari ini harga daging ayam turun,” ujarnya.
Sementara, harga komoditas pasar lainnya seperti beras, telur, minyak goreng dan lain sebagainya cenderung stabil, atau tidak ada kenaikan harga dibanding seminggu yang lalu.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Pemkab Berau, Agustinus kepada TRIBUNKALTIM.CO membenarkan, turunnya harga komoditas pasar disebabkan banyaknya stok di pasaran. “Kita berharap bisa terus menekan harga pasar untuk mengimbangi kenaikan harga BBM,” ujarnya. (*)
Ikuti perkembangan berita lainnya dengan like Facebook TRIBUN KALTIM dan follow @tribunkaltim