Hari Aids

29 Pekerja Salon dan Panti Pijat di Berau Mengidap HIV/AIDS

29 karyawan salon kecantikan, tempat hiburan malam hingga panti pijat di Kabupaten Berau, Kaltim, mengidap HIV/AIDS

29 Pekerja Salon dan Panti Pijat di Berau Mengidap HIV/AIDS
TRIBUNKALTIM/OBED DONI ARDIANTO
Mahasiswa STIKES Samarinda unjukrasa memperingati Hari AIDS se-Dunia 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB -Memperingati Hari AIDS se-dunia yang jatuh 1 Desember kemarin, sejummlah mahasiswa dan pelajar di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau membagikan selebaran ke para pengendara yang melintasi beebrapa persimpangan jalan, Senin (1/12).

Mereka mengimbau masyarakat untuk menjauhi segala risiko yang menyebabkan terjangkitnya virus HIV/AIDS.

Mereka juga mendesak pemda menutup lokalisasi karena menurut penelitian, HIV/AIDS mayoritas menular dari hubungan seksual tidak dengan pasangan sendiri. Apalagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Berau juga mayoritas berprofesi sebagai pekerja seks komrsil (PSK) yang berkedok sebagai pekerja di tempat hiburan malam (THM) pekerja salon dan panti pijat.

Sepanjang bulan bulan Januari hingga November 2014 saja, tercatat ada 31 penderita HIV/AIDS. 29 diantaranya merupakan temuan Dinas Kesehatan Kabupaten Berau saat melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para pekerja di THM, salon kecantikan dan panti pijat. Sementara, 7 orang lainnya baru terdeteksi saat memeriksakan kesehatan di Rumah Sakit Umum Abdul Rivai.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Andarias Baso menegaskan, mayoritas penderita HIV/AIDS adalah pekerja di THM, salon kecantikan dan panti pijat yang melayani prostitusi terselubung.

"Kebanyakan, penderita HIV/AIDS adalah orang-orang yang punya perilaku seks bebas, kebanyakan yang kami temukan dari hasil pemeriksaan darah adalah para pekerja di tiga jenis pekerjaan itu," kata Andareas.

Keberadaan wanita-wanita penghibur dari luar daerah ini pun biasanya tak terdeteksi, karena kdatangan mereka memang tidak pernah dilaporkan dan tidak menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dipekerjakan.

Keberadaan wanita-wanita penghibur yang juga melayani nafsu para pria hidung belang itu diduga kuat menjadi salah satu penyebab meningkatnya ODHA dari tahun ke tahun. Data tahun 2012 jumlah ODHA di Kabupaten Berau hanya 18 orang.

Lalu tahuin 2013 menjadi 29 orang dan di tahun 2014 bertambah 7 orang menjadi 31 orang. Melihat data itu, Dinas Kesehatan menilai, penyebaran dan penularan HIV/AIDS semakin mengkhawatirkan, terlebih lagi hingga saat ini belum ditemukan obatnya.

"Karena itu, di berbagai daerah, penderita HIV/AIDS ini terus bertambah kalaupun berkurang kemungkinan penderitanya pindah tempat atau meninggal, karena sampai sekarang tidak ditemukan obatnya," ujarnya.

Karena itu, untuk menekan penularan virus dan penyakit mematikan ini, Dinas Kesehatan bersama Satpol PP kerap melakukan pemeriksaan kesehatan secara mendadak di tempat-tempat yang dicurigai menjadi tempat prostitusi.(*)

Tags
HIV/AIDS
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved