Senin, 18 Mei 2026

Kembangkan Industri Kreatif tak Perlu Usung Konsep Kebarat-baratan

"Benih-benih di Indonesia sudah ada dan tinggal dikembangkan saja," kata Yoris Sebastian, Pelaku Industri Kreatif dalam Smart Outlook 2014 to 2015.

Tayang:

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - "Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia", begitulah ungkapan yang pernah dilontarkan Presiden RI 1 Soekarno. Hal ini bukan tak mungkin akan terwujud dengan kekuatan industri kreatif.

"Benih-benih di Indonesia sudah ada dan tinggal dikembangkan saja," kata Yoris Sebastian, Pelaku Industri Kreatif dalam Smart Outlook 2014 to 2015 yang digelar Smart FM di Grand Jatra Hotel, Selasa (2/12/2014).

Mengembangkan industri kreatif juga tak perlu mengusung konsep kebarat-baratan. Kelebihan di daerah masing-masing bisa menjadi bahan baku utama yang bisa dikembangkan menjadi industri kreatif. "Contohnya saja Lapis Bogor atau Lapis Talas Bogor itu awalnya melihat kelebihan di daerah mereka," kata Yoris.

Hal serupa bisa dikembangkan di Balikpapan yang selama ini dikenal dengan oleh-oleh kepiting dan amplang. "Wisatawan membutuhkan sesuatu yang baru untuk dibawa menjadi oleh-oleh. Itu yang harus digali. Misalnya batik, tapi pelajari tren warna dunia sehingga ketika ingin dikirim ke luar pun bisa diterima dan tetap dengan cara batik khas daerah," kata Yoris. Acara yang digelar Smart FM di awal Desember ini juga menghadirkan pengamat ekonomi Aviliani. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved