Cuaca Ekstrem
Badai Dahsyat Hagupit Filipina Nyasar ke Balikpapan
Badai bukan saja menerjang Filipina, Minggu (7/12/2014). Kota Balikpapan di Kalimantan Timur pun terimbas.
Penulis: Doan E Pardede |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Badai bukan saja menerjang Filipina, Minggu (7/12/2014). Kota Balikpapan di Kalimantan Timur pun terimbas. Pepohonan bertumbangan. Rumah hancur berantakan. Menara pemancar radio roboh menimpa rumah warga.
Badai topan Hagupit di negara tetangga berdampak terhadap Indonesia. Angin kencang berkecepatan sekitar 25 knot yang melewati Balikpapan, Minggu (7/12/2014) sore. Angin muncul dari pelepasan energi awan hujan cumulus nimbus. Karena kondisi ini terjadi di perkotaan maka bisa disebut badai kecil. (Baca: Hagupit Bertamu, 115 Personel BPBD Kota Balikpapan Siaga)
Begitu diungkapkan Kepala Data dan Informasi Badan Metreologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Balikpapan, Abdul Haris. Menurutnya, terbentuknya awan hujan dan angin kencang tidak terlepas dari pengaruh badai topan Hagupit di Filipina. Ini bisa terjadi karena pusat tekanan rendah (tropical cylone) membuat aliran udara bergerak dari selatan ke utara. Dan wilayah Kalimantan Timur dilintasi siklus itu. (Baca: Alhamdulillah, Hujan Turun di Pusat Kota Balikpapan)
"Kalau di Filipina pengaruhnya langsung. Karena negara itu berhadapan dengan laut lepas," kata
Abdul Haris, kemarin.
Kaltim, jelas Abdul Harris, relatif aman dari ancaman badai itu. Kondisi wilayah ini tidak berhadapan dengan laut lepas, masih ditutupi sejumlah pulau. (Baca: Badai Super Haiyan Picu Gelombang Tinggi dan Hujan di Kalimantan)
BMKG terus memantau perkembangan badai di Filipina. Sebab kejadian di sana akan terus berpotensi memunculkan awan hujan dan angin kencang. "Saat ini awan hujan cukup besar terpantau di radar pada ring 2. Apabila sudah mendekat akan diberikan warning ke semua pihak," ujarnya.
Sementara Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Ambo Dai mengungkapkan, 10 pohon tumbang di Balikpapan Baru, Jalan RE Martadinata, Jalan Soekarno-Hatta. Namun dipastikan tidak ada korban jiwa atau luka-luka akibat kejadian ini.
"Di Balikpapan baru dekat patung monyet itu tadi ada dua pohon," kata Ambo.
Untuk banjir terjadi kawasan RSS Damai III dan gang buntu Karang Rejo. Tapi ketinggian air menurutnya hanya sekitar 30 cm dan tidak terlalu berdampak mengganggu aktifitas warga. "Ketinggian air hanya sekitar 30 cm," kata Ambo. (Baca: Badai Salju Tokyo Tewaskan Lima Orang)
Cuaca ekstrem di Balikpapan ini, kata Ambo, sesuai sesuai siklus masih akan terjadi hingga Maret 2015 mendatang. Namun puncaknya kata Ambo, akan terjadi di bulan Desember dan Januari 2015 mendatang.
Berapa banyak pohon tumbang, berapa dan separah apa kerusakan rumah yang diterjang badai? Ikuti berita lengkapnya di Halaman 1 Harian Tribun Kaltim, Senin (8/12/2014). (Wawan Perdana/Doan Pardede)