Banjir
BPPD Siapkan Perahu Karet tapi Warga Masih Bertahan
Tanda-tanda bakal meluapnya sungai selebar 3 meter itu sudah tampak sejak, Minggu (14/12/2014) sore.
TRIBUNKALATIM.CO, BALIKPAPAN - Semalaman begadang tidak membuat Aginda (40) lemas. Berdiri di pinggir jalan, matanya selalu mengawasi ketinggian air Sungai Somber yang meluap dan menggenangi rumahnya di Jalan Kariangau, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Senin (15/12/2014), pukul 07.00 wita. (Baca: Dua Rumah di Kariangau Terendam Air)
Tanda-tanda bakal meluapnya sungai selebar 3 meter itu sudah tampak sejak, Minggu (14/12/2014) sore. Air sungai penuh, ditambah hujan deras yang mengguyur Balikpapan sejak pukul 23.00-01.00 wita.
Tidak ada korban jiwa akibat meluapnya air sungai. Tetapi tiga rumah panggung tergenang air dengan ketinggian 10 sentimeter. Selain itu, jalan menuju ke Pelabuhan Feri Kariangau-Penajam sempat tergenang air setinggi 50 sentimeter pasang Senin pagi.
"Ini baru pertamakali terjadi. Sebelumnya tidak pernah. Mungkin gara-gara penyempitan aliran sungai," kata Dian, warga Somber.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan menyiapkan satu perahu karet dan baju pelampung untuk evakuasi. Tetapi warga sampai siang kemarin memilih bertahan di rumah masing-masing.
Aginda memanfaatkan perahu karet itu sebagai transportasi menuju rumahnya yang berjarak 80 meter dari jalan raya. "Terakhir banjir di sini pada tahun 2008. Sungai meluap hingga air masuk setinggi 50 sentimeter di dalam rumah. Tahun berikutnya tidak banjir lagi, baru terulang sekarang," kata pria yang bekerja sebagai petugas keamanan ini.
Ia tinggal di rumah itu bersama istri dan dua anaknya. Air sampai sore kemarin sudah masuk ke dapur dan teras rumah.
"Sudah siaga tidak tidur sampai sekarang. Motor sudah dititip pukul 02.30 wita. Tidak tahu sampai kapan di rumah, kalau air naik lagi terpaksa nginap di rumah Pak RT," katanya.
Rumah sekaligus warung kopi milik Ayu (28), juga mengalami nasib serupa. Air menggenangi lantai warungnya setinggi 10 centimeter sejak pagi. Akibatnya, usaha yang beromset Rp 300 ribu itu tidak dibuka.
Tribun Kaltim menjumpai wanita berambut panjang ini sedang menggendong anaknya, Vika (8 bulan) di teras rumah. Ayu pagi kemarin lagi menatap air keruh di depan rumahnya.
"Pagi tadi, jam setengah enam aspal belum tenggelam. Setelah keluar rumah jam setengah tujuh ternyata air sudah naik," ucap wanita yang tinggal di sana sejak 1994.
Jalan masuk ke Perumahan Kariangau Baru juga terendam air sedalam 50 cm. Beberapa warga di sana memilih jalur lain meski jaraknya lebih jauh dua kali lipat.
Kemacetan lalulintas akibat luapan air tidak terhindarkan. Jalan menuju Pelabuhan Feri Kariangau digenangi air dengan ketinggian 50 centimeter pada pukul 07.00-08.00. Dampaknya, lalulintas macet sampai 1 kilometer.
"Tadi macet panjang sekali, ada kendaraan mogok. Ada juga yang balik arah," kata warga sekitar yang bantu mengatur lalulintas.
Kasi Tanggap Darurat dan Evakuasi Kebakaran BPBD Balikpapan, Suprayitno mengatakan, tim dikerahkan untuk bantu evakuasi warga sebanyak 18 orang. "Kami 24 jam siap selama musim hujan Desember-Januari. Apalagi ada contoh kejadian di Banjarnegara," ucapnya.
Dari kejadian di Jawa Tengah itu, BPBD semakin meningkatkan kewaspadaan. Apalagi Balikpapan terdiri dari bukit-bukit yang rawan terjadinya longsor.
"Sebenarnya daerah ini di luar perkiraan. Malah yang rawan itu di daerah dekat Graha Indah. Daerah sini banjir karena berkurangnya kawasan resapan air," jelas Suprayitno.
BPBD Balikpapan tetap berada di lokasi luapan air sampai kondisi benar-benar aman. Beberapa warga yang rumahnya terendam air sudah diminta mengungsi. Tetapi pihaknya tidak bisa memaksa apabila mereka tetap mau bertahan.
Cuaca Buruk
Cuaca ekstrem seperti hujan adan angin yang melanda Kota Balikpapan belakangan ini terjadi lantaran dipicu adanya gangguan di tiga titik. Prakirawan Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Balikpapan, Sam Riyanto, mengungkapkan gangguan tersebut terjadi di Laut Jawa, Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. (Abdul Arif dan Wawan Perdana)