Kebakaran Balikpapan

Baju Ngaji Rani Terbakar

"Apinya dari rumah nomor 7. Dari bagian belakang rumah. Rumah itu disewa orang. Katanya lagi masak nasi. Tapi ditinggal. Terus kebakaran,"

Baju Ngaji Rani Terbakar
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Korban kebakaran di Jl Marsma Iswahyudi RT 02 RW 01 Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan ludes terbakar, Selasa (16/12) sekitar pukul 18.30. ditampung di teras masjid Nurul Hidayah. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Delapan rumah dan toko di Jl Marsma Iswahyudi RT 02 RW 01 Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan ludes terbakar, Selasa (16/12/2014) sekitar pukul 18.30 Wita.

Delapan rumah yang berdiri saling berhimpitan dan terbuat dari kayu berada di tepi jalan raya. Informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari rumah nomor 007, milik almarhum Kadir yang disewakan. "Apinya dari rumah nomor 7. Dari bagian belakang rumah. Rumah itu disewa orang. Katanya lagi masak nasi. Tapi ditinggal. Terus kebakaran," kata salah seorang warga.

Dari rumah sewaan tersebut, api menjalar cepat ke rumah di sebelahnya yang menjual bensin eceran. Kemudian merambat hingga delapan rumah di sekitarnya. "Ada delapan rumah. Tapi ndak tahu siapa-siapa saja. Karena sebagian juga disewa orang. Kami masih melakukan pendataan korban," kata Ketua RT 2, Nasruddin.

Dalam musibah kali ini, Ali seorang warga mengalami luka bakar di bagian lengan dan tangan. Serta luka sobek di bagian pinggang. Ia nekat keluar dari jendela sehingga menyebabkan dirinya terluka. "Ya mau menyelamatkan diri. Tadi masih mati lampu jadi di dalam rumah saja. Tiba-tiba orang teriak kebakaran. Kami lihat apinya sudah besar. Jadi langsung berusaha menyelamatkan diri," kata Ali.
Oleh petugas kesehatan Ali dibawa ke Puskesmas Sepinggan menggunakan ambulan.

Selain Ali, ada satu warga lainnya yang mengalami luka bakar juga di bagian tangan. Namun sudah lebih dulu ditangani tim medis di lokasi kebakaran.

Ria, korban kebakaran lainnya mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. Bahkan baju yang tersisa hanya baju di badan saja. "Nggak ada sempat selamatkan barang. Tinggal baju di badan saja. Tadi saya baru selesai sholat magrib di loteng. Orang ramai di bawah teriak kebakaran. Saya langsung angkat anak saya bawa turun ke bawah. Waktu mau naik lagi, sudah tidak bisa. Karena api sudah dekat dengan rumah," ungkapnya.

Rani, sang anak juga tampak menangis. "Dia nangis, baju ngaji Rani terbakar. Nggak punya baju lagi Rani, bilangnya," ujar Ria.
Walikota Balikpapan Rizal Effendi yang meninjau lokasi kebakaran didampingi Kepala BPBD Abdul Azis dan Lurah Sepinggan Raya Muhammad mengatakan segera membangun tenda penampungan untuk korban kebakaran.

Rencana tenda akan dibangun di lahan kosong di seberang masjid Nurul Hidayah, yang berdekatan dengan lokasi kebakaran. "Protab kita, kalau ada musibah kebakaran seperti ini, kita langsung tanggap darurat. Rencana kita bangun tenda darurat untuk penampungan. Selama tiga sampai tujuh hari kita bantu untuk tempat tinggal dan konsumsi para korban. Kita beri makanan matang saja. Tidak membuat dapur umum. Lebih efektif makanan matang," kata Rizal.

Malam ini, untuk sementara para korban ditampung di teras masjid Nurul Hidayah yang berada di seberang lokasi kebakaran. (*)

Ikuti perkembangan berita lainnya dengan like Facebook TRIBUN KALTIM dan follow @tribunkaltim

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved