ISL

Usai Galungan, Pusam akan Bertemu PSSI Bali

Rencana klub Indonesia Super League (ISL) Putra Samarinda (Pusam) merger (penggabungan) ke Bali akan dibahas pekan ini.

Usai Galungan, Pusam akan Bertemu PSSI Bali
Tribun Kaltim
Para pemain Pusam latihan di stadion Sempaja, Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rencana klub Indonesia Super League (ISL) Putra Samarinda (Pusam) merger (penggabungan) ke Bali akan dibahas pekan ini. Manajemen klub berjuluk Pesut Mahakam ini siap bertemu Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bali Gusti Gede Putra Wirasana di Denpasar.

"Iya benar, kami akan bertemu manajemen Pusam pekan ini usai Hari Raya Galungan. Saat ini kami masih sibuk dengan hari raya," kata Ketua Asprov PSSI Bali Putra Wirasana ketika dihubungi Tribun Bali, Selasa (16/12/2014) malam.

Dia menjelaskan, pertemuan itu untuk membahas rencana Pusam merger dengan klub anggota Aprov PSSI Bali, Persegi Kabupaten Gianyar. Pusam rencana boyongan ke markas Gianyar menyambut perhelatan ISL tahun depan. (Baca: Pusam Tetap Bermarkas di Samarinda).

"Pertemuan akan digelar di Denpasar. Asalkan rencana itu berdampak positif bagi Provinsi Bali, maka kami akan menyambutnya," ujar Wirasana.

Dia mengaku, rencana tersebut bisa berdampak bagi perkembangan sepak bola di Bali. Potensi persepakbolaan di Bali bisa termotivasi dengan adanya perhelatan ISL di Pulau Dewata.

"Bisa juga berdampak bagi pertumbuhan ekonomi di Bali," katanya, sembari menegaskan asalkan positif Asprov PSSI Bali mendukungnya.

Sebelumnya, CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono juga membenarkan rencana kepindahan Pusam ke Bali. Jokdri -- sapaan Joko Driyono mengatakan, pihak Pusam sudah mengirim surat kepada PT Liga untuk berpindah homebase. PT Liga selaku operator pun menerima hal tersebut tanpa keberatan.

"Sudah ada surat dan telah diajukan minggu lalu. Untuk nominasi stadionnya belum. Kami akan menunggu hingga 19 Desember untuk mendaftarkan kandangnya," ungkap Jokdri kepada wartawan, Senin (15/12/2014).

Pusam yang pada ISL 2014 bermarkas di Stadion Segiri ditegaskan Jokdri harus tetap menjalani verifikasi. PT Liga pun meminta pihak Pusam mempersiapkan stadion cadangan jika tidak ada stadion yang sesuai di Bali.

"Prinsipnya kami tidak menghalangi, tapi verifikasi akan tetap kami lakukan. Kami hanya menyarankan ada back-up stadion, misalnya Stadion Segiri, boleh juga stadion di daerah lain. Itu terserah mereka," tukas Jokdri.

Namun hingga kini manajemen Pusam sulit dikonfirmasi. Tribun Kaltim mencoba menghubungi nomor handphone manajer Pusam Agus Coeng Setiawan namun tidak diangkat.

Sebelumnya Agus Coeng menegaskan jika Pusam tetap akan berkandang di Samarinda. "Nggak benar (rencana merger), kami tetap di Samarinda," tegas Agus Coeng Setiawan saat dihubungi Tribun Kaltim, Selasa, (9/12/2014) lalu.

Agus Coeng yang juga mantan penjaga gawang pada kompetisi Galatama itu menyatakan, saat ini manajemen tengah fokus mempersiapkan skuat untuk ISL 2015. Bongkar pasang pemain terus dilakukan guna menghadapi kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia tersebut.

Agus Coeng belum bisa memastikan apakah masih tetap memakai Stadion Palaran sebagai markas mereka, atau pindah ke stadion lain yang berada di Samarinda. "Kami sedang persiapan tim, dua tiga hari ini akan memulai latihan perdana," kata dia.

Penulis: Hermawan Endra
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved