Indonesia Super League
Pusam Pindah ke Bali Karena Harbiansyah sering Nombok
Faktor ekonomi menjadi alasan utama Pusam angkat koper dari Kalimantan Timur.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Tim asal Kaltim, Putra Samarinda (Pusam) akhirnya resmi pindah kandang ke Bali dengan berganti nama menjadi Bali United Pusam. Menurut pemilik Pusam Harbiansyah Hanafiah, kesuksesan Pusamania Borneo FC (PBFC) menembus Indonesia Super League 2015 bukan menjadi alasan Pusam pindah ke Bali. Faktor ekonomi menjadi alasan utama Pusam angkat koper dari Kalimantan Timur.
"Kami pindah bukan karena ada Borneo FC. Sebelum mereka masuk ISL, saya sudah lama memang ingin memindahkan home base," jelas Hardiansyah Hanafiah, Rabu (17/12).
Menurut Hardiansyah, dia memindahkan Pusam karena faktor ekonomi. Sejak klub tidak boleh menggunakan dana APBD, klub merugi sekitar Rp 10-15 miliar per tahun. Ini akibat penjualan tiket pertandingan mereka kurang baik.
"Rata-rata pendapatan tiket hanya Rp 50 juta per pertandingan. Saya pun selalu ambil dari kantong sendiri untuk menutupi biaya opersional klub," ungkap Hardiansyah.
Menurut Harbiansyah, alasan memindahkan Pusam ke Bali atas beberapa pertimbangan. Ia berharap klub yang berganti nama menjadi Bali United Pusam ini dapat berkembang dan bisa bertahan di kompetisi liga tertinggi di Indonesia Super League. "Sebenarnya sudah lama, dan banyak yang menawarkan tempat. Tetapi saya tidak bisa memutuskan sendiri untuk masalah ini. Kan ada beberapa pendiri Pusam yang diajak komunikasi," kata Harbiansyah, yang dihubungi via ponsel sedang berada di Jalan Casablanca, Jakarta Selatan, Rabu (17/12) malam.
Harbiansyah mengungkapkan, sebelum memutuskan ke Bali, dirinya tidak menampik kabar bahwa banyak tawaran tempat home base untuk klubnya itu. "Memang ada beberapa yang menawarkan. Tapi kami harus mengutamakan prospek masa depan klub ini. Jadi bukan sekadar pindah dengan alasan memilih tempatnya," ungkapnya.
Sebulan sebelumnya, Pusam dikabarkan bakal pindah ke Sangatta, Kutai Timur. Kabar ini pernah disampaikan Harbiansyah pasca laga terakhir Pusam di ISL 2014 lalu.
Ia menegaskan, saat itu masih dalam proses komunikasi dan belum pasti. Kabar lainnya, Pusam bakal pindah ke Sleman, Jawa Tengah dan bakal dibeli oleh Nirwan Barkie. Akhirnya Pusam menetapkan pindah ke Bali. Tepatnya ke Stadion Kapten I Wayan Dipta atau biasa disebut Stadion Dipta Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.
Menurut dia, klub Bali United Pusam mendapat dukungan penuh dari pejabat gubernur hingga bupati. Dukungan ini bukan sekadar untuk menaikan gengsi, melainkan ingin mengembangkan sepak bola untuk masyarakat Bali.
"Kehadiran klub sepak bola kita di Bali sangat positif. Kita sudah ada sponsor dari perusahaan ban (Corsa). InsyaAllah sponsor baru akan menjalin kontrak kerjasama selama tiga musim. Sampai urusan lampu stadion, sponsor yang bersedia memasangkan sesuai standarnya," tuturnya.
Bahkan, lanjut dia, untuk mess pemain sudah siap. Rencananya pekan depan pemain-pemain yang dipertahankan yang berada di Samarinda, segera melakukan trainning center (TC) ke Yogyakarta.
Setelah menetapkan home base barunya di Bali, Harbiasyah juga mengatakan, untuk pelatih sudah menunjuk Indra Sjafrie. Prosesnya dalam negosiasi. Mantan pelatih Timnas U-19 ini bakal menangani klub Bali United Pusam. "Kenapa Indra Sjafrie? Karena dia punya visi yang sama dengan manajemen," ujar mantan anggota DPR/MPR RI 1999-2004 ini.
Indra dipercaya menangani Bali United Pusam yang dijadwalkan pekan depan sudah terbang ke Yogyakarta. Ia memperkirakan, untuk persiapan tim jelang memasuki musim kompetisi yang gulirkan Februari 2015, dibutuhkan persiapan sekitar sebulan lebih. "Manajer Agus Coeng yang urus itu. Dalam waktu dekat, " katanya singkat.
Selama TC, lanjut dia, tim akan ditangani Indra Sjafrie langsung. "Kita serahkan sepenuhnya ke dia. Karena dia yang punya program untuk seleksi dan persiapan tim," kata mantan Ketua KONI Kaltim 2008-2013 ini.(*)