Selasa, 9 Juni 2026

Indonesia Super League

Pusam Resmi Pindah ke Bali

Tim asal Kaltim, Putra Samarinda (Pusam) akhirnya resmi pindah kandang ke Bali dengan berganti nama menjadi Bali United Pusam.

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Hendrawan Endra dan Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tim asal Kaltim, Putra Samarinda (Pusam) akhirnya resmi pindah kandang ke Bali dengan berganti nama menjadi Bali United Pusam. Pemilik klub sepak bola Putra Samarinda (Pusam), Harbiansyah Hanfiah mengungkapkan alasan memindahkan Pusam ke Bali. Ada beberapa pertimbangan yang memutuskan tim yang dijuluki Pesut Mahakam, memilih ke Bali.  

Harbiansyah berharap klub yang berganti nama menjadi Bali United Pusam ini dapat berkembang dan bisa bertahan di kompetisi liga tertinggi di Indonesia Super League. "Sebenarnya sudah lama, dan banyak yang menawarkan tempat. Tetapi saya tidak bisa memutuskan sendiri untuk masalah ini. Kan ada beberapa pendiri Pusam yang diajak komunikasi," kata Harbiansyah, yang dihubungi via ponsel sedang berada di Jalan Casablanca, Jakarta Selatan, Rabu (17/12/2014) malam. (Baca: Pusam Pindah ke Bali Bukan karena Kalah Pamor Pusamania Borneo FC).

Harbiansyah mengungkapkan, sebelum memutuskan ke Bali, dirinya tidak menampik kabar bahwa banyak tawaran tempat home base untuk klubnya itu. "Memang ada beberapa yang menawarkan. Tapi kami harus mengutamakan prospek masa depan klub ini. Jadi bukan sekadar pindah dengan alasan memilih tempatnya," ungkapnya

Sebulan sebelumnya, Pusam dikabarkan bakal pindah ke Sangatta, Kutai Timur. Kabar ini pernah disampaikan Harbiansyah pasca laga terakhir Pusam di ISL 2014 lalu.

Ia menegaskan, saat itu masih dalam proses komunikasi dan belum pasti. Kabar lainnya, Pusam bakal pindah ke Sleman, Jawa Tengah dan bakal dibeli oleh Nirwan Barkie. Akhirnya Pusam menetapkan pindah ke Bali. Tepatnya ke Stadion Kapten I Wayan Dipta atau biasa disebut Stadion Dipta Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.

Menurut dia, klub Bali United Pusam mendapat dukungan penuh dari pejabat gubernur hingga bupati. Dukungan ini bukan sekadar untuk menaikan gengsi, melainkan ingin mengembangkan sepak bola untuk masyarakat Bali.

"Kehadiran klub sepak bola kita di Bali sangat positif. Kita sudah ada sponsor dari perusahaan ban (Corsa). InsyaAllah sponsor baru akan menjalin kontrak kerjasama selama tiga musim. Sampai urusan lampu stadion, sponsor yang bersedia memasangkan sesuai standarnya," tuturnya.

Bahkan, lanjut dia, untuk mes pemain sudah siap. Rencananya pekan depan pemain-pemain yang dipertahankan yang berada di Samarinda, segera melakukan trainning center (TC) ke Yogyakarta.

Setelah menetapkan home base barunya di Bali, Harbiansyah juga mengatakan, untuk pelatih sudah menunjuk Indra Sjafrie. Prosesnya dalam negosiasi. Mantan pelatih Timnas U-19 ini bakal menangani klub Bali United Pusam. "Kenapa Indra Sjafrie? Karena dia punya visi yang sama dengan manajemen," ujar mantan anggota DPR/MPR RI 1999-2004 ini.

Indra dipercaya menangani Bali United Pusam yang dijadwalkan pekan depan sudah terbang ke Yogyakarta. Ia memperkirakan, untuk persiapan tim jelang memasuki musim kompetisi yang gulirkan Februari 2015, dibutuhkan persiapan sekitar sebulan lebih. "Manajer Agus Coeng yang urus itu. Dalam waktu dekat, " katanya singkat.

Selama TC, lanjut dia, tim akan ditangani Indra Sjafrie langsung. "Kita serahkan sepenuhnya ke dia. Karena dia yang punya program untuk seleksi dan persiapan tim," kata mantan Ketua KONI Kaltim 2008-2013 ini

Pakai Stadion Dipta
Harbiansyah mengatakan, saat ini Stadion Dipta Gianyar Bali sedang dalam proses pemasangan lampu. Stadion Dipta merupakan stadion multifungsi, yang memiliki kapasitas 25.000 kursi. Stadion tersebut, pernah digunakan markas kesebelasan asal Gianyar, yakni Persegi Gianyar. Klub tersebut kini sudah tidak aktif lagi. Stadion ini pernah digunakan juga saat kompetisi Liga Primer Indonesia, untuk homebase tim Bali Devata FC.

"Ini stadion kapasitas besar. Jadi lampu juga harus lebih terang. Dalam waktu dekat sudah selesai untuk lampu stadion," ucap Harbiansyah, Rabu (17/12) malam. Lampu yang digunakan, kata dia, sesuai standar untuk lapangan sepakbola yakni  rata-rata 1.200 lux (minimal = 1.000 lux dan maksimal = 1.400 lux). "Ada beberapa titik lampu yang pasang. Yang pasti cukup terang kalau untuk pertandingan malam," tambahnya.  

Ia berharap, dalam waktu dekat proses penyelesaian pemasangan lampu bisa segera selesai. "Nanti akan kita ujicoba lampunya. Kalau kurang terang, kita akan tambah," katanya, seraya ia berharap proses negosiasi dengan Indra Sjafrie bisa final sebelum akhir tahun ini.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved