Breaking News:

Belum Bukaan Lima, RS Siloam Tolak Pasien BPJS

Petugas Siloam Hospitals menyebutkan kalau belum bukaan lima ya dikembalikan ke Prosedur Pelayanan Kesehatan 1 seperti puskesmas, praktik atau klinik.

Penulis: M Abduh Kuddu | Editor: M Abduh Kuddu
TRIBUN KALTIM/FAHMI RACHMAN
Rumah Sakit Siloam Hospitals Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bernama Victor mengeluhkan pelayanan di Rumah Sakit Siloam Balikpapan. Pasalnya, rumah sakit tersebut membuat kebijakan pasien melahirkan dapat diakomodir dengan layanan BPJS Kesehatan jika mencapai bukaan lima.

Bukaan lima adalah salah satu tahap bukaan jalan lahir. Bukaan jalan lahir ini dimulai dari tahap bukaan 1 sampai bukaan 10. Hal ini diawali dengan terjadinya kontraksi (serangkaian kontraksi rahim yang terjadi secara teratur). Hal ini akan bertahap mendorong janin melalui rahim bagian bawah (Serviks) dan vagina. Kontraksi ini terjadi bertahap, menipis dan tertarik sampai hampir menyatu dengan rahim, sehingga memungkinkan janin dilahirkan melalui vagina.

Senin (15/12) malam sekitar pukul 19.30, Victor bersama istrinya, Pretty yang terdaftar di Kelas 1 kepesertaan BPJS Kesehatan tiba di RS Siloam. Atas rujukan dokter, ia menginginkan persalinan dilakukan di RS Siloam. Selain rumahnya dekat, Siloam sudah melayani pasien BPJS. Saat itu istrinya sudah mengeluh sakit, akan tetapi menurut Victor masih bisa ditahan.

Victor lalu menjelaskan ke petugas di ruang gawat darurat bahwa ia menginginkan istrinya menjalani perawatan di Siloam. Namun petugas menjelaskan, bahwa pasien melahirkan yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan baru bisa diakomodir jika sudah mencapai bukaan lima. "Petugas bilang, kalau belum mencapai bukaan lima maka harus dibawa ke puskesmas atau klinik," kata Victor.

Ia juga meminta petugas Siloam memeriksa kondisi istrinya apakah sudah mencapai bukaan lima. Namun menurut Victor, petugas Siloam menjelaskan bahwa untuk pemeriksaan akan dikenakan biaya Rp 200.000. "Tapi kata petugas, kalau hasil pemeriksaan mencapai bukaan lima maka tidak perlu membayar," ujarnya.

Victor juga menunjukkan surat rujukan dari dokter yang melayani konsultasi medis selama masa kehamilan. Petugas Siloam lalu menjelaskan bahwa ruang Kelas 1 sedang penuh, tinggal di Kelas 3 dan VIP. Apabila dirawat di Kelas 3 maka ia tidak perlu mengeluarkan biaya. Namun kalau di Kelas VIP harus menambah biaya. "Waktu itu harus deposit Rp 8 juta kalau mau masuk VIP. Saya tidak sanggup jadi kami memutuskan untuk bersalin di RS Tentara (RS dr Hardjanto)," katanya.

Victor pun menghubungi dokter istrinya bahwa mereka memutuskan bersalin di RS Tentara. Sekitar pukul 21.00, mereka tiba di RS Tentara. "Di rumah sakit saya menceritakan kejadian yang saya alami di Siloam. Kata perawat di RS Tentara, tidak ada ketentuan BPJS harus bukaan lima dulu baru dilayani," ujarnya.

Setelah dirawat, dokter lalu memeriksa kondisi janin. Menurut dokter kondisi ketuban sudah hijau dan harus diambil tindakan operasi cesar. Sekitar pukul 11.46, putra pertama Victor yang diberi nama Austin Darren Atalaka pun lahir. "Untungnya saya sempat membawa istri saya ke RS Tentara. Anak saya lahir sehat," katanya.

Terkait pelayanan BPJS di RS Siloam, Victor meminta agar pihak Siloam tidak membatasi pasien melahirkan yang dilayani di ruang gawat darurat dengan kebijakan harus mencapai bukaan lima terlebih dulu. "Seharusnya jangan begitu. Kalau bukaan dua tapi sudah dirasa sakit sekali bagaimana? Masa harus ditolak juga," katanya.

Mengenai aturan bukaan lima ini ternyata sudah menjadi kebijakan RS Siloam. Tribun pernah menanyakan ke dua petugas RS Siloam di front line dan ruang gawat darurat terkait hal ini. "Aturannya memang begitu Pak. Kalau belum bukaan lima ya dikembalikan ke Prosedur Pelayanan Kesehatan 1 di puskesmas, praktik atau klinik," ujar Dewi, salah seorang petugas. (*)

***

  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim


Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved