Indonesia Super League
Pusamania dan Mitra Mania Tolak Pembekuan PSSI
Dua suporter besar Kalimantan Timur (Kaltim), Pusamania dan Mitra Mania menolak pembekuan PSSI.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wacana pembekuan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) oleh kelompok suporter yang menamakan diri Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) menuai kecaman.
Dua suporter besar Kalimantan Timur (Kaltim), Pusamania dan Mitra Mania menolak pembekuan PSSI. Upaya itu menurut mereka bukanlah sebuah jalan keluar. Namun akan menimbulkan masalah-masalah baru.
Mitra Mania (Mitman) lewat Sekjennya, Nur Hidayat, berkomentar dan menegaskan tentang adanya Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI). Pendukung klub kontenstan ISL, Mitra Kukar itu menyatakan bukan bagian dari FDSI.
"Mitman tidak mengenal dan bukan bagian FDSI, apalagi terpengaruh FDSI," kata dia.
Dayat juga menegaskan FDSI tidak mengatasnamakan suporter sepakbola Indonesia, khususnya Mitra Mania. Terkait pembekuan PSSI, sekjen juga menghimbau agar jangan sampai terjadi, karena bembekuan dikhawatirkan membuat kompetisi akan terhenti.
"Kalau PSSI dibenahi kami setuju saja, jika kompetisi terhenti para pemain atau yang berkecimpung di sepakbola nasional akan kesulitan dalam keuangan mereka, sedangkan mereka juga punya keluarga untuk dihidupi," sambung Dayat.
Dayat menghimbau kepada anggota Mitman, agar tidak terpancing, dimanfaatkan, dan terprovokasi di dunia maya oleh pihak tertentu demi kepentingan kelompak tanpa konfirmasi resmi pihak manajemen Mitra Mania.
Hal senada juga diungkapkan suporter Pusamania, pendukung klub kontestan ISL, Pusamania Borneo Football Club (PBFC). Menurut mereka, pembekuan PSSI ini digawangi oleh orang-orang eks-Liga Primer Indonesia (IPL) yang sangat diragukan sepakterjangnya.
Contohnya yakni pada saat menggulirkan IPL, kompetisi itu dinilai telah gagal dijalankan dengan baik karena hanya mampu bertahan separuh musim. "Kami menolak pembekuan PSSI, kalau pembenahan ayo kami siap. Wacana pembekuan ini dikomandani orang-orang sakit hati, LPI diberi kesempatan justru amburadul. organisasi gagal dan harusnya bisa diberi hukuman karena kompetisi berhenti," kata Hendrik, Dirijen Pusamania.
Pria berkepala plontos itu menilai dengan pembekuan PSSI ini, nantinya akan berdampak buruk. Minusnya, pembekuan justru bisa mendatangkan sanksi dari FIFA kepada Indonesia, berupa pembekuan atau malah pencabutan status keanggotaan Indonesia di jagat persepakbolaan.
Selain itu, pembekuan ini juga akan membuat kompetisi berhenti, sementara klub telah mengeluarkan uang untuk persiapan yang tidak sedikit.
"Kasian tim-tim yang klubnya sudah keluar dana beberapa miliar. Sedangkan yang mendukung pembekuan tdak punya tim. Sedangkan yang mendukung pembekuan bukan kontestan ISL," tegas Hendrik.
Dia menilai yang seharusnya dilakukan saat ini bukanlah pembekuan melainkan pembenahan. "Mengganti orang-orang yang tidak berkompeten, kalau bobrok bagaimana caranya dibagusin, kami siap mendukung kalau itu," jelasnya.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh ikut campur mengurusi hal itu. Selain itu, harus dilihat pula siapa orang-orang dibalik itu yang getol menyuarakan pembekuan PSSI.
"FIFA melarang pemerintah melakukan interfensi atau campur tangan, kalau sekedar memberi masukan tidak ada masalah. Selain itu orang-orang yang kencang menyuarakan ini, siapa mereka?mereka orang IPL semua, yang telah gagal menjalankan kompetisi," katanya. (*)
Ikuti perkembangan berita lainnya dengan like Facebook TRIBUN KALTIM serta follow @tribunkaltim