Tiket Pesawat Balikpapan - Sangatta hanya Rp 300 Ribu Plus Snack
Penerbangan perintis rute ini sudah dimulai sejak pertengahan 2013. Maskapai Aviastar, yang ditunjuk Kemenhub RI melalui proses lelang.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA- Perjalanan darat Sangatta- Balikpapan butuh waktu tujuh sampai delapan jam. Namun dengan penerbangan, bisa ditempuh kurang dari satu jam," kata Wahyu, seorang warga Sangatta, saat mengantar kerabatnya di Bandara Tanjung Bara, akhir pekan lalu.
Wahyu senang dengan adanya penerbangan perintis yang disubsidi Kementerian Perhubungan RI, yang melayani rute Balikpapan-Sangatta dan sebaliknya itu. Meskipun tidak memahami skema subsidinya secara mendetail, ia mengapresiasi sentuhan pelayanan untuk masyarakat tersebut.
Penerbangan perintis rute ini sudah dimulai sejak pertengahan 2013. Maskapai Aviastar, yang ditunjuk Kemenhub RI melalui proses lelang, melayani dua kali penerbangan dalam sepekan.
Setiap hari Sabtu dan Senin, pukul 07.00 Wita, pesawat jenis twin otter, baling-baling samping dan depan, berkapasitas 18 orang take off dari Bandara Sepinggan Balikpapan. Setibanya di Sangatta setelah menempuh 50 menit perjalanan, pesawat kembali take off dari Bandara Tanjung Bara pukul 08.10 Wita.
"Insyaa Allah mulai Januari 2015, jadwal penerbangan ditambah menjadi tiga kali setiap pekan. Namun jadwal tambahannya masih akan dibicarakan lebih lanjut," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Kutai Timur, Johansyah Ibrahim, didampingi Kabid Udara, Chairuddin, Selasa (30/12/2014) malam.
Penambahan jadwal tersebut sebelumnya diusulkan oleh Bupati Kutim, Isran Noor. Salah satu pertimbangannya, tingginya animo warga untuk mengikuti penerbangan bersubsidi tersebut.
"Kami tidak tahu besaran riil subsidi dari Kemenhub RI. Namun penumpang cukup membayar Rp 300.000 per orang," kata Johansyah. Informasi yang dihimpun Tribun dari beberapa sumber, "normalnya" tarif penerbangan rute itu tidak kurang dari Rp 800.000.
Tarif Rp 300.000 dinilai banyak kalangan sebagai tarif yang sangat ekonomis. Bila dibandingkan dengan tarif jasa travel perjalanan darat antara Rp 200.000 sampai Rp 275.000 per orang, penerbangan perintis jauh lebih unggul dari sisi kenyamanan plus memangkas waktu perjalanan hingga 7 jam.
Tribun Kaltim berkesempatan mengikuti penerbangan tersebut akhir pekan lalu. Di Bandara Sepinggan, penumpang dikenai airport tax Rp 75.000. Adapun pihak maskapai akan memberlakukan tambahan biaya untuk bagasi di atas 10 kilogram, yaitu Rp 11.000 per kilogram.
Setelah menunggu di gate 8, penumpang diantar dengan sebuah bus menuju pesawat yang parkir di bagian ujung, tempat pesawat berbadan kecil, setelah hanggar helikopter. Sesaat sebelum naik pesawat, awak kabin memberikan snack kotakan.
Meskipun pesawat diterbangkan dengan bantuan tiga baling-baling, penumpang tidak perlu khawatir terganggu bising, karena maskapai sudah menyiapkan semacam helicopter headhone di setiap tempat duduk.
Ketika tiba di Bandara Tanjung Bara, Sangatta, pihak Dishubkominfo Kutim telah menyiapkan kendaraan khusus untuk mengantarkan penumpang ke alamat tujuan di Sangatta. Tarifnya Rp 25.000 per orang.
"Layanan penerbangan perintis ini sangat diminati warga. Alhamdulillaah sudah ada kepastian penambahan jadwal pada 2015. Kami juga sedang mengusulkan penambahan jadwal penerbangan perintis Kongbeng-Samarinda (sudah berjalan, red), berupa rute Kongbeng-Balikpapan," kata Chairuddin.
Chairuddin pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang mengizinkan pemanfaatan bandara khusus mereka untuk penerbangan perintis.
Pihaknya pun berharap persoalan enclave (pelepasan sebagian kawasan) Taman Nasional Kutai (TNK) segera rampung, sehingga Pemkab Kutim bisa membangun kembali bandara Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan. (*)