CPNS Daerah

Formasi CPNSD Khusus Atlet dan Pelatih di Nunukan Kosong

Satu-satunya formasi pelatih olahraga untuk kempo dan panjat tebing yang dialokasikan dari 149 formasi di Kabupaten Nunukan, kembali tidak terisi.

TRIBUNKALTIM/GEAFRY NECOLSEN
ILUSTRASI- Peserta seleksi CPNS saat melihat pengumuman hasil seleksi CPNS di Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Berau. 
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
 

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Kesempatan yang diberikan Pemerintah kepada atlet maupun pelatih berprestasi untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) melalui Formasi Umum 2014, kembali terlewatkan.

Satu-satunya formasi pelatih olahraga untuk kempo dan panjat tebing yang dialokasikan dari 149 formasi di Kabupaten Nunukan, kembali tidak terisi karena peserta tes tidak memenuhi passing grade seperti yang disyaratkan.

Tahun sebelumnya, dua formasi yang disiapkan untuk atlet dan pelatih berprestasi di Kabupaten Nunukan juga tidak terisi. Jalur khusus yang hanya mensyaratkan pendaftarnya berpendidikan SLTA itu tidak terisi karena nilai Tes Kompetensi Dasar (TKD) tidak memenuhi passing grade dan ada kesalahan mengisi lembar jawaban sehingga gagal terbaca komputer.

Padahal saat itu formasi diikuti Isna Suryani, pemegang medali perak Sea Games Vietnam 2011 dan juga peraih perak pada PON Riau 2012. Selain itu ikut bersaing Zailani, pemegang satu medali emas dan satu medali perunggu pada PON Riau 2012. Formasi khusus atlet berprestasi itu mensyaratkan pendaftar minimal memperoleh medali emas PON atau medali perak Sea Games.

Pengumuman hasil seleksi CPNSD Kabupaten Nunukan Formasi Umum 2014 disampaikan Sabtu (3/1/2015) malam melalui http://www.bkdd-nunukan.com/. Sebelumnya seleksi dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) digelar di ruang serbaguna, Gedung Gabungan Dinas 1, Kecamatan Nunukan Selatan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Nunukan, Syafarudin mengungkapkan, Pemerintah harus berhati-hati agar tidak terdapat kesalahan saat mengumumkan hasil CPNSD. Karena itu verifikasi dan pengecekan ulang hasil ujian dilakukan langsung Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Selain itu pihaknya juga harus melakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada lagi kesalahan. "Kami harus koreksi untuk melihat, dimana peserta tes inikan khususnya S1 punya pilihan 1, pilihan 2 dan pilihan 3,” ujarnya.

Pihaknya harus mengoreksi satu persatu hasil seleksi dimaksud. "Bahwa memang disana tidak passing grade tetapi memang dia yang tertinggi dipilihan kedua makanya dia masuk kesana yang kita temukan. Jangan sampai ada lagi tetapi tidak terlihat. Makanya untuk saat ini kami berupaya sebenar – benarnya, sudah mantap baru kita lakukan pengumuman untuk tes CPNSD," ujarnya.

Sekitar 500 dari sekitar 2.000 peserta dinyatakan memenuhi passing grade. Mereka harus bersaing untuk merebut 149 formasi yang tersedia. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Tags
tes CPNS
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved