Tahanan Kabur

Polda Kaltim Belum Tahu Keterlibatan Oknum

Saat ini, soal anggota, Polda Kaltim masih fokus memeriksa petugas yang piket jaga. Masih pemeriksaan untuk hukuman disiplin yang maksimal.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Direskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Eka Yudha Satriawan mengatakan pihaknya masih belum tahu soal keterlibatan anggota polisi dalam upaya pelarian kelima tahanan yang empat di antaranya merupakan tahanan Ditreskrimum Polda Kaltim.

"Kita nanti pasti akan sampai kesitu pemeriksaannya. Sebelum terjadi, sesaat dan setelah terjadi kasus melarikan diri. Tapi soal anggota yang membantu, belum bisa dipastikan. Perlu pemeriksaan yang mendalam. Benar tidak terlibat seperti yang diutarakan tersangka di media," kata Eka.

Saat ini, soal anggota, Polda Kaltim masih fokus memeriksa petugas yang piket jaga. Masih pemeriksaan untuk hukuman disiplin yang maksimal.

"Pemeriksaan masih pada aparat jaga. Soal keterlibatan, belum sampai ke situ. Harus kita periksa dan harus berdasarkan bukti-bukti. Nggak bisa sembarangan. Kita konfrontir antara tersangka dengan oknum polisi yang dimaksud. Benar nggak. Kalau benar, bukti-buktinya gimana. Saya juga belum mendengar soal dua anggota polisi yang diduga terlibat. Kalau sudah tahu, propam pasti sudah bergerak. Ini propam saja belum bergerak," beber Eka. (BACA: Botak, Buronan Polda Kaltim Lukai Polisi di Makasar)

Menurut Eka, saat ini yang terpenting, Bambang Aspian alias Botak sudah tertangkap. Tinggal tiga lagi yang sedang dalam pengejaran. "Memang kalau dibilang kebetulan, seperti ada kesengajaan. Tapi tetap harus diselidiki lebih dalam. Nanti setelah tertangkap semua, bisa dirunut cerita kejadiannya. Kalau memang ada anggota polisi yang membantu, pasti diproseslah," ungkap Eka.

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Fajar Setiawan menegaskan inisial oknum polisi berpangkat Briptu itu tidak ada. Baik di lingkungan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) maupun di jajaran petugas penjagaan. "Sudah saya cek nama itu. Nggak ada katanya Dirtahti. Ngarang-ngarang nama itu," tegas Fajar.

Meski demikian, Fajar tidak memungkiri, saat kejadian petugas jaga di sel tahanan hanya ada satu dari dua petugas jaga sel tahanan. "Cuma satu saat itu. Yang satu anggota "lari belut". Pergi tanpa izin ke Surabaya. Katanya mau umrah. Saat dicek nggak umrah. Tapi memang ada
di Surabaya. Dia sudah kami proses," ujar Fajar.

Ada enam petugas jaga, dua bintara dan empat perwira yang sudah diperiksa di Bidpropam Polda Kaltim. Mereka masih dalam tahap pemeriksaan dan akan dikenai sanksi disiplin. "Belum tahu soal keterlibatan dalam membantu kelima tahanan. Harus dibuktikan secara pasti. Karena ini menyangkut kehidupan seorang anggota polisi. Masih dalam proses penyelidikan," kata Fajar. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved