Tak Efektif, Tenaga Honor PU Banyak Duduk-Duduk Menganggur4ttt

"Sebenarnya kalau mau dipikir ndak efektiflah. Karena di sana itu dari tahun ke tahun seperti itu yah," ujarnya.

TRIBUN KALTIM / M ARFAN
Sejumlah peserta CPNS yang telah dinyatakan lulus tengah registrasi ulang di Sekretariat Panitia Seleksi CPNS Kantor BKD Kaltara, Rabu (7/1/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan Helmi Hermansyah mengakui, jumlah tenaga honor yang mencapai hingga 291 orang ternyata tidak efektif. (Baca juga: Sempat Dirumahkan, Tenaga Honor Dinas PU Mulai Dipanggil).

"Sebenarnya kalau mau dipikir ndak efektiflah. Karena di sana itu dari tahun ke tahun seperti itu yah," ujarnya. Sebagian besar tenaga honor di sana ternyata memiliki disiplin ilmu yang tidak sesuai dengan kebutuhan. "Mungkin kita juga kalau ke sana banyak yang duduk-duduk menganggur," ujarnya.

Dia mengatakan, merekrut tenaga honor merupakan salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan di Kabupaten Nunukan.
"Cuma kita tidak bisa juga seenak itu, semudah itu," ujarnya.

Menyusul berkurangnya anggaran pada tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan juga mengurangi tenaga honor yang akan direkrut kembali. Sebelumnya sejak 31 Desember 2014, sekitar 300 tenaga honor ini dirumahkan.

"Kita rutin dari 300 berkurang sampai 260 orang. Kita juga nanti menyesuaikan kegiatan fisik kita yang jauh berkurang. Tahun ini hanya sekitar 30 persen saja dari biasa," ujarnya.

Hingga saat ini Dinas Pekerjaan Umum Nunukan telah memanggil kembali sekitar 150 tenaga honor yang sempat di rumahkan itu.
"Itu tahap pertama. Tahap kedua kita libatkan PPTK-nya. Ini orang perorang masih bisa dipakai ndak? Ini masih dibina atau ndak? Dari situ baru kita panggil kembali," ujarnya.

Dia memastikan, semua tenaga honorer ini diangkat berdasarkan surat keputusan kepala dinas. "Mereka hanya pegawai kontrak. Seharusnya mereka satu tahun kita berhentikan. Kasih SK, berhentikan. Nanti kalau misalnya kita butuhkan kita panggil lagi. Seharusnya aturannya seperti itu," ujarnya.

Setiap tahun, miliaran rupiah dialokasikan untuk membayar upah para tenaga honor di Dinas Pekerjaan Umum Nunukan.
"Hitung saja satu orang rata-rata hampir sejuta sebulan yang dirutin. Mereka sebenarnya cukup sejahteralah kalau menurut saya yah. Mereka sudah terima dirutin, kan masih terima lagi di kegiatan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved