Arkeologi

Ditemukan Logam Orichalcum Bukti Adanya Atlantis

Para ahli menemukan logam merah sebagai tanda pulau yang hilang itu telah ditemukan kembali di lepas Pantai Sisilia.

Ditemukan Logam Orichalcum Bukti Adanya Atlantis
dailymail.co.uk
Patung seperti ini di atas dari kota Mesir cekung dari Heracleion baru-baru ini ditemukan kembali oleh arkeolog kelautan, meningkatkan harapan bahwa jika Atlantis memang pernah ada maka masih dapat ditemukan di bawah laut

Apakah logam yang ditemukan di kapal karam 2.600 tahun silam itu membuktikan bahwa Benua Atlantis ada? Para ahli menemukan logam merah sebagai tanda pulau yang hilang itu telah ditemukan kembali di lepas Pantai Sisilia.

Seperti ditulis dalam situs dailymail.co.uk, arkeolog kelautan menemukan 39 ingot --yang dipercaya sebagai orichalcum-- di dasar laut berpasir di antara bangkai kapal dagang yang tenggelam 1.000 meter di lepas pantai Kota Gela, di arah tenggara Sisilia.

Reruntuhan kapal tenggelam itu merupakan materi kelima yang telah diangkut ke permukaan di kawasan itu. Profesor Sebastiano Tusa, arkeolog Laut di Sisilia, mengaku logam orichalum (logam merah) yang mereka bukti mitos telah ditemukan pada sisa-sisa kapal.

Analisis ingot logam mengungkapkan materi itu dibuat dari campuran tembaga, seng juga mengandung  nikel, timah dan besi.

Kepada Discovery News, Profesor Tusa mengatakan: "Tidak ada logam serupa yang pernah ditemukan." "Kami tahu orichalcum dari teks-teks kuno dan beberapa benda hias. Benda-benda itu ditemukan di reruntuhan kapal. "Ditemukan sekitar 1.000 meter dari pantai Gela pada kedalaman 10 meter."

Jika logam ditemukan oleh Profesor Tusa bersama timnya itu benar-benar orichalcum, maka memberikan dukungan terhadap gagasan bahwa Atlantis sebagai tempat yang nyata. Keberadaan pulau ini sangat diperdebatkan di kalangan sejarawan dan arkeolog.

Beberapa ahli mayakini Ataltis hanyalah fiksi belaka, sementara yang lain mengklaim cerita dari 'Pulau Atlas' mungkin sebuah fakta dan lokasinya nyata, tetapi pulau itu tenggelam oleh naiknya permukaan air laut akibat tsunami. Kota Mesir Heracleion, misalnya, hilang 1.200 tahun yang lalu ketika itu ditelan oleh laut.

Sebagian besar legenda Atlantis berasal dari karya filsuf Yunani, Plato. Ia menggambarkan bagaimana bangsa yang besar tenggelam di bawah Samudera Atlantik setelah jatuh akibta kutukan para Dewa.

Plato menyebutkan orichalcum dalam Critias digambarkan bahwa Atlantis sebagai pulau berkedip dengan 'lampu merah' dari logam. Dia menulis bahwa orichalcum sangat berharga, hanya nomor dua di bawah emas. Bahan ini ditambang di pulau mitos dan menutupi permukaan Candi Poseidon.

Keberadaan logam ini dan komposisi sejak telah banyak diperdebatkan, tetapi umumnya dianggap sebagai bahan campuran kuningan saja. Kuningan terbuat dari tembaga dan seng.

Logam ini diduga telah dibuat melalui proses yang disebut sementasi, reaksi antara bijih seng yang mengandung karbon dan tembaga dalam sebuah wadah.

Fluoresensi X-ray dari ingot ditemukan di lepas pantai Gela menunjukkan materi itu dibuat 75-80 persen tembaga, 15-20 persen seng dan sejumlah kecil nikel, timah dan besi.

Profesor Tusa mengatakan: "Temuan ini menegaskan bahwa sekitar satu abad setelah berdirinya pada tahun 689 sebelum masehi, Gela tumbuh menjadi sebuah kota yang kaya hasil kerajinan khusus dalam produksi artefak berharga." (ps)

Penulis: Priyo Suwarno
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved