Mandau Dipercaya Mampu Menggoyang Bumi

Dijaman dahulu, era leluhur Dayak, senjata Mandau dipercaya sebagai senjata sakti mandra guna, yang bisa membuat tanah bumi bergoyang, air sungai naik

TRIBUNKLAMTIM.CO/BUDI SUSILO
Ngerung Lian (58), warga suku Dayak Kenyah, menunjukkan pisau mandau di lokasi berjualan Kampung Arab, Jalan Akbar Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Sabtu (10/1/2015). 
TANJUNG SELOR, TRIBUN - Malam itu, Ngerung Lian (58), warga suku Dayak Kenyah, sedang duduk di kursi plastik sambil ngemil makanan ringan, Sabtu (10/1/2015).
Dia duduk bersantai di lapak dagangannya, menunggu para calon pembeli barang-barang kerajinan khas Dayak, Kalimantan miliknya.
Ketika TRIBUNKALTIM.CO, menyapa, Ngerung pun menyambutnya dengan ramah dan mau memamerkan barang jualan andalannya berupa senjata tajam khas Kalimantan. “Ini Mandau. Senjata buatan suku Dayak,” ujarnya. (BACA: Dari Samarinda Eva Jual Pernik Khas di Perayaan Natal Dayak)
Di zaman dahulu, era leluhur Dayak, senjata Mandau dipercaya sebagai senjata sakti mandra guna, yang bisa membuat tanah bumi bergoyang, air sungai naik ke daratan, dan mampu membelah bukit.
“Punya kekuatan gaib, sangat mistik. Dijadikan jimat keselamatan bagi suku kami (Dayak),” tutur Ngerung yang kini masih menggeluti sebagai pengrajin benda-benda seni khas Dayak.
Jaman Dayak kuno, lempengan bilah Mandau dibuat dari tembaga bumi Kalimantan. Model senjata ini hanya dimiliki orang-orang tertentu yang berstrata dan memiliki ilmu yang tinggi. (BACA: Aduhai Cantiknya Penari Ini Berbulu Burung khas Dayak)
“Sekarang Manadu-mandau ini saya buat dari bahan besi saja, tidak dari tembaga, terlalu mahal kalau dibuat pakai tembaga,” katanya sambil memperlihatkan Mandau dengan cara melepaskannya dari sarungnya.
Bentuk Mandau menyerupai pedang, memanjang sekitar 120 centimeter. Sarung Mandau ini menancarkan warna alami, coklat kayu dengan desain hewan naga Kalimantan.
“Sarungnya dibuat dari Gerunggung sejenis kayu meranti yang bisa tahan sampai puluhan tahun,” kata pria kelahiran Bulungan, Tanjung Selor ini.
Pada bagian gagang Mandau, Ngerung mengambilnya dari bahan tanduk rusa yang diukir menyerupai kepala ular naga Kalimantan. “Dari dulu naga sering dijadikan simbol kehidupan,” ujar Ngerung.
Sebagai aksesoris, Mandau dilengkapi dengan pernak-pernik bulu yang memikat mata, memancarkan tiga warna yang mencolok, ada putih, hitam, dan merah.
“Dari dulu warna kesukaan suku Dayak adalah putih, hitam dan merah. Bagi kami warna-warna ini mencerminkan warna baik, membawa peruntungan, ketegasan,” urainya.
Senjata Mandau yang dijual Ngerung itu bisa ditemukan di kios sederhananya bernama Ta-Liya Souvernir di Kampung Arab, Jalan Akbar Tanjung Selor no 16. Namun bila tidak sempat berkunjung bisa menghubunginya di nomor telepon seluler 082150810663 atau 08134771752. Harga yang dibandrol sebesar Rp 2,5 juta. (*)
Tags
Mandau
Penulis: Budi Susilo
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved