Komunitas Facebook JOKOWI PRESIDEN KU Berubah Jadi LSM

Gerakan facebooker pendukung Joko Widodo hingga terpilih jadi presiden, JOKOWI PRESIDEN KU berubah jadi LSM Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK)

Komunitas Facebook JOKOWI PRESIDEN KU Berubah Jadi LSM
HO
Forum Facebook Jokowi Presiden Ku berubah menjadi LSM Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) 

TRIBUNKALTIM.CO- Jaringan relawan Jokowi Presidenku kini bermetamorfosi menjadi LSM. Gerakan yang mendukung pencalonan Joko Widodo hingga terpilih jadi presiden mengubah diri menjadi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK)

JPK adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang memiliki tujuan utama untuk mengawal pemerintahan Jokowi-JK. JPK pada mulanya adalah grup facebook "JOKOWI PRESIDEN KU" yang adalah relawan pertama yang mendukung pencalonan pasangan Jokowi sebagai Presiden Ke-7 Republik Indonesia dalam pemilihan umum tahun 2014. Grup facebook Jokowi Presiden Ku juga disingkat JPK. (BACA: Tertarik Jadi Anggota LSM JPK? Ini Syaratnya)

"Sebagai cikal bakal LSM-JPK, grup facebook Jokowi Presiden Ku mulai mengampanyekan Bapak Jokowi sebagai calon presiden sejak 19 Maret 2013 yang dimotori oleh Bung Leo (Haridas Mogana) Dipl Ing yang berdiam di Jerman, yang selanjutnya adalah sebagai pendiri, penasihat dan Ketua Umum LSM JPK, dan hingga saat ini group ini memiliki anggota lebih dari 520.000 akun facebook," demikian tertulis dalam penjelasan mengenai LSM JPK yang dikirim Sekjen JPK Pusat, Maret Sueken kepada TribunKaltim.co, Senin (12/1/2015). (BACA: Jokowi Santai Sembari Sarungan Jadi Perbincangan Netizen)

Menurut Sueken, JPK Jakarta terbentuk menjadi organisasi resmi setelah didahului sekurang-kurangnya empat kali rapat anggota. Dan dia terpilih sebagai ketua dalam rapat itu. (BACA: Aktivis Pendukung Jokowi Terbelah, 5 Pengurus Mundur dari JPK)

"Dengan terbentuknya JPK wilayah Jakarta ini maka diharapkan agar seluruh wilayah Indonesia akan hadir JPK cabang sebagai mitra kerja pemerintah dalam hal percepatan pembangunan yang prorakyat, transparan dan accoutanble sesuai dengan namanya Jaringan Pemantau Kewenangan disingkat JPK," ujar Sueken. (BACA: Sukarela Kampanye Door to Door Sambil Sebar Atribut JPK)

Lembaga Swadaya Masyarakat - Jaringan Pemantau Kewenangan didirikan dengan maksud turut berperan serta dalam upaya-upaya pengawasan kebijakan pemerintah baik di tingkatan lokal/daerah, maupun tingkat nasional; juga pengawasan pada kerja/upaya DPR dan pada kerja/upaya penegakan hukum yang bersinergi dengan kerja pemerintah. (BACA: Era Media Digital Telah Tiba: Jokowi Sarungan Jangkau 5 Juta Orang)

JPK bertujuan membantu pengawasan agar kerja pemerintah/wakil rakyat/penegak hukum berorientasi pada cita-cita peningkatan taraf hidup rakyat Indonesia secara ekonomi, mengurangi jurang perbedaan tingkat sosial ekonomi masyarakat, serta hidup rukun berbudaya luhur melalui penanaman nilai-nilai budaya dan norma sosial agar bangsa Indonesia menjadi besar dan dihormati di mata internasional. (*)

Editor: Domu D.Ambarita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved