Kamis, 11 Juni 2026

Kisah Manusia Perahu

Manusia Perahu Sudah Sampai Tujuan

Mereka dilepas oleh aparat keamanan di Karang Unarang yang berdekatan dengan Pulau Sebatik.

Tayang:

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pemulangan manusia perahu yang dilakukan oleh pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, Pemkab Berau dengan pengawalan TNI dan Polri dikabarkan telah sampai tujuan. Saat ini diperkirakan ratusan manusia perahu itu sudah berada di perairan Malaysia.

Mereka dilepas oleh aparat keamanan di Karang Unarang yang berdekatan dengan Pulau Sebatik. Informasi tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mappasikra Mappaseleng yang juga menjadi koordinator penganan orang asing tersebut. "Mereka sudah sampai tujuan. Informasi dari Danlanal cuaca selama perjalanan sangat bagus sehingga proses pemulangan mereka lancar," ujarnya, Jumat (16/1/2014).

Setelah tiga bulan di tampung di Tanjung Batu, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau 677 manusia perahu akhirnya dipulangkan pada hari Rabu (14/1/2015) kemarin. Pemulangan manusia perahu itu mulai dari pukul 4.00 wita dan baru diberangkatkan pukul 9.00 wita.

Pantauan TRIBUNKALTIM.CO, di lokasi Dermaga Tanjung batu, ratusan manusia perahu itu diangkut dengan menggunakan beberapa unit kendaraan dari lokasi penampungan yang berjarak kurang lebih 2 kilometer.

Mereka sempat menunggu berjam-jam, karena petugas melansir satu per satu manusia perahu yang dibagi dalam 13 kelompok itu, pengelompokan tersebut berdasarkan keluarga masing-masing. Skenario awal, wanita dan anak-anak digiring ke atas kapal Landing Craft Tank (LCT) Daya Lestari.

Sementara para pria dewasa diangkut dengan menggunakan kapal milik mereka sendiri, ada 15 kapal manusia perahu yang ditarik dengan kapal LCT. Namun skenario tersebut berubah lantaran kapal LCT kandas di tengah laut karena permukaan laut mengalami surut.

Akhirnya, ratusan manusia perahu tersebut dilansir ke kapalnya masing-masing. Saat menginjakan kaki di atas kapal, para manusia perahu seolah-olah pulang ke rumah setelah sekian lama ditinggalkan.

Dari kejauhan, terdengar anak-anak bernyanyi dalam bahasa Suku Bajau, lagu bernada gembira. Sementara sebagian orangtua sibuk mengangkut barang-barang bawaan ke atas kapal. Sementara petugas di lapangan yang terdiri dari aparat dari Pemkab Berau, Polisi, TNI dan para relawan juga tengah sibuk mengatur ratusan manusia perahu tersebut agar lebih tertib saat menaiki kapal.

Kapolsek Tanjung Batu, Iptu Ismail yang menjadi penanggungjawab pemulangan manusia perahu tersebut mengatakan, ratusan manusia perahu tersebut digiring ke Karang Unaran yang masih dalam batas wilayah Indonesia namun berdekatan dengan Samporna, Malaysia.

“Karang Unaran ini masih dalam batas wilayah Indonesia, sehingga tidak ada masalah (dengan teritorial negara lain) kalau kita menuju ke sana,” ujarnya. Untuk menuju Karang Unaran, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 jam.

‘Konvoi’ ratusan kapal manusia perahu itu berangkat dari Dermaga Tanjung Batu tepat pukul 9.00 wita.

Menuju Karang Unaran, mereka dikawal dengan ketat oleh dua kapal perang, yakni KRI Sidat dan KRI Tedung Selar dengan senjata otomatis berkaliber besar dan dilengkapi meriam dan ratusan Pasukan Katak TNI AL.

Dua kapal milik Polairud dari Mabes Polri juga terlihat mengawal ‘konvoi’ manusia perahu tersebut. Selain itu, juga ada satu unit kapal milik PSDKP, Hiu Macan yang juga dipersenjatai dengan senapan otomatis juga ikut menggiring kapal-kapal tersebut menuju Karang Unaran bersama beberapa buah speed boat.

Ratusan kapal tersebut berjalan berbaris seperti layaknya kereta api, sementara dua kapal perang memimpin di barisan depan dan kapal Polairud berada di belakang barisan. (*)


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved