Cuaca Ekstrem

Warga Balikpapan Diminta Waspadai Hujan Deras dan Angin Kencang

Cuaca di Balikpapan pada pertengahan Januari ini sulit diprediksi karena pergerakannya sangat dinamis.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Cuaca di Balikpapan pada pertengahan Januari ini sulit diprediksi karena pergerakannya sangat dinamis. Menurut pantauan Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) untuk satu minggu ke depan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan.

BMKG lewat website-nya juga menyampaikan peringatan dini akan terjadinya hujan deras disertai kilat/petir dan angin kencang pada 15-18 Januari.

Kasi Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Abdul Haris, menerangkan jika terjadi cuaca ekstrem maka akan ada peringatan satu jam sebelumnya, agar pihak-pihak yang berkepentingan dengan cuaca dapat melakukan antisipasi.

"Tergantung lokasi adanya cuaca buruk, jika terjadinya di kawasan pantai dan laut maka akan di informasikan kepada nelayan," katanya, Kamis (15/1/2015).

Haris menjelaskan, terkait penerbangan data prakiraan cuaca yang diberikan terkait hampir semua parameter, salah satunya adalah jarak pandang. "Setiap tiga puluh menit ada laporan untuk data real time cuaca yang dikirim untuk penerbangan," kata Haris.  (BACA: Cuaca Ekstrem Di Kota Balikpapan Sampai Maret, Warga Diminta Waspada)

Dia menambahkan perkiraan cuaca selama 30 tiga puluh jam kedepan juga akan diberikan kepada pihak penerbangan sebagai acuan.

Sebelumnya, BMKG memprediksi intensitas hujan saat puncak musim penghujan tahun 2015 akan berada pada posisi normal hingga di bawahnya.

"Tahun ini kami prediksi musim hujan berada pada posisi normal atau di bawah normal pada saat puncak musim penghujan dalam artian sama dengan tahun lalu atau berada di bawahnya," kata Kepala Sub Bidang Cuaca Ekstrem BMKG Muhammad Fadli di Jakarta.

Fadli mengatakan pada puncak musim penghujan tahun ini, intensitas hujan akan berada pada kisaran sedang hingga lebat dengan kelembaban 20 mm hingga diatas 50 mm per hari atau berada dibawahnya.

Dengan kondisi cuaca seperti itu, katanya, diprediksi banjir yang kerapkali melanda Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia ada kemungkinan sama atau lebih ringan dari tahun sebelumnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada pertengahan Januari hingga awal Februari pada tahun ini tidak akan terjadi serempak di semua tempat dalam satu waktu.

"Walau puncak musim hujan diprediksi dari pertengahan Januari hingga awal Februari, namun tidak akan serempak terjadi dalam satu waktu. Seperti Pulau Sumatera, beberapa tempat sudah masuk puncak musim penghujan dengan ditandai banjir seperti Aceh," katanya.

Walaupun BMKG memprediksi curah hujan tahun ini sama sampai di bawah dari intensitas tahun lalu, mereka tetap mengharapkan masyarakat tetap waspada dan siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.

"Walaupun prediksinya sama atau di bawah kami harap masyarakat tetap siap dan siaga dengan segala kemungkinan yang terjadi," ujar Fadli. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved