Aktivis Pendukung Jokowi Terbelah, 5 Pengurus Mundur dari JPK

Sueken dan kawan-kawan, bukan dipecat bung, tetapi mereka mengundurkan diri serentak sebab mereka ingin berdiri sendiri dengan menggunakan JPKJakarta"

Aktivis Pendukung Jokowi Terbelah, 5 Pengurus Mundur dari JPK
HO
Aktivis pendukung Jokowi Presiden Ku yang berubah menjadi Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Belum genap sepekan muncul berita mengenai forum facebook Jokowi Presiden Ku (JPK), saat proses Pilpres 2014, bermetamorfosis menjadi lembaga swadaya masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan, kini LSM ini telah diwarnai perpecahan. Sejumlah fungsionaris berhenti mendadak.

Berita mengenai Komunitas Facebook Jokowi Presiden Ku berubah Jadi LSM diberitakan TibunKaltim.co, Selasa (13/1/2015), pekan lalu. Forum Facebook yang beranggotakan 527.576 akun itu berubah menjadi LSM dengan Ketua Umum Haridas Mogana.

Duduk sebagai Sekretaris Jenderal Maret Sueken, Wakil Sekretaris Jenderal 1 Bambang Adi,
Bendahara 1 Wuri S Pratiwi, Bendahara 2 Herlina, Teknik Irsan Lim, IT Web David Tekkiwe,
Humas Andang Fajri dan Pemantau Ardiansyah. (BACA: LSM Baru Usung Setengah Juta Fans Jokowi)

Tapi Minggu kemarin, TribunKaltim.co meminta informasi bahwa Sueken dan kawan-kawan tidak lagi menjadi fungionaris LSM JPK.

Berikut ini susunan pengurus LSM JPK hasil perombakan.
- Ketua Umum: Haridas Mogana
- Wakil Ketua Umum: Rick Rivai
- Sekretaris Jenderal: Stella Kurniawan
- Bendahara Umum: Ariestia Galacher
- Humas: Lusius Sinurat dan Nurti Simbolon
- Pembina merangkap Penasihat: Reza Rezeki dan Irwan
- Penasihat: Hendri Maruf

Pertanyaannya, perselisihan apa yang terjadi di kalangan internal orang-orang yang sama-sama mengaku pendukung Jokowi tersebut? (BACA: Tertarik Jadi Anggota LSM JPK? Ini Syaratnya)

Pendiri forum JPK sekaligus Ketua Umum LSM Jaringan Pemantau Kewenangan Haridas Moga mengatakan tidak ada pecat-memecat di JPK.

"Sueken dan kawan-kawan, bukan dipecat bung, tetapi mereka mengundurkan diri serentak sebab mereka ingin berdiri sendiri dengan menggunakan JPKJakarta," tulis Haridas Moga pemilik akun Bung Leo dalam pesan tertulis kepada TribunKaltim.co, Senin (19/1/2015).

Bung Leo mengaku sudah berkali-kali memberi pernyataan kepada Sueken dan kawan-kawan, JPK Jakarta agar tidak berdiri sendiri karena JPK sudah didaftar ke Direktoat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.  (BACA: Sukarela Kampanye Door to Door Sambil Sebar Atribut JPK)

"Dan nggak mungkin ada JPKJakarta tandingan, sedangkan mereka baru saja sejak November 2014 aktif dan bertemu empat kali makan minum buat rapat tanpa memberi tau inti dari rapat sebelum rapat dan kemudian mengambil keputusan akan mendaftar JPKJakarta ke notaris," kata Haridas Moga.

Halaman
12
Editor: Domu D.Ambarita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved