Rabu, 8 April 2026

Selama Buka Lapaknya di Depan Rumah‎ Disperindagkop tak Bisa Menindak

Pasar lama Penajam yang sudah dibongkar memang tidak lagi menjadi tempat berjualan.

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pasar lama Penajam yang sudah dibongkar memang tidak lagi menjadi tempat berjualan. Namun, di beberapa rumah sekitar pasar lama di Jl Sukamaju, Kelurahan Gn Stelling, masih digunakan warga untuk berjualan.

Semacam warung rumahan yang berjejer menjajakan aneka kebutuhan pokok, sayur bahkan hasil laut serta ayam potong. (BACA: Pedagang Pasar Nenang Keluhkan Sepinya Pembeli‎)

Mereka mengaku tak berjualan di pasar induk di Nenang, karena terlalu jauh. "Dari dulu juga saya jualan di warung sini saja. Depan rumah. Nggak jauh-jauh. Manfaatin pekarangan rumah," ungkap Siti, seorang pedagang sayur mayur yang membuka lapak di depan rumah.

Kabid Perdagangan Disperindagkop PPU Rusli mengatakan, keluhan pedagang di Pasar Induk Penajam di Nenang, tak sepenuhnya benar. "Kita tidak membiarkan pedagang membuka lapak di kawasan eks pasar lama. Tapi, mereka yang berjualan itu, mereka yang memang tinggal di situ. Rumahnya ada di belakang pasar. Mereka buka warung atau lapak jualan di depan rumahnya. Masa mau kita larang. Kan itu seperti warung yang ada di rumah saja," ujar Rusli. (BACA: Belum Semua Pedagang Pindah ke Pasar Nenang‎)

Disperindagkop PPU, kata Rusli, juga sudah berkoordinasi dengan aparat Satpol PP untuk melakukan penertiban. "Bila ada yang buka lapak bukan di rumahnya, tapi di pinggir jalan, menimbulkan kemacetan, tentu ditindak. Tapi selama buka lapaknya di depan rumah‎ kami nggak bisa menindak," kata Rusli.

Diungkapkan Rusli, perpindahan pasar dari pasar lama di Penajam ke pasar induk di Nenang, tidak hanya memindahkan pedagangnya saja. Tapi juga pembeli. "Semuanya perlu proses. Namanya juga pasar baru. Awalnya sepi, nanti lama kelamaan pasti ramai juga. Karena di sana itu pasar induk. Coba saja lihat kalau akhir pekan nanti, apa bisa dibilang sepi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved