Jumat, 10 April 2026

Kelola Sampah, Kota Hijau Kumpulkan Rp 11 Juta

Sementara dari hasil pengelolaan sampah, Bank Sampah Kota Hijau dapat mengumpulkan Rp 11 juta.

Editor: Amalia Husnul A

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bank sampah Kota Hijau merayakan ulang tahunnya ke-2, Minggu (25/1/2015). Perayaan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng yang digelar di RT 5, Kota Hijau, Kelurahan Sepinggan Baru. Acara juga disemarakkan dengan pengecekan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Sepinggan Baru dan donor darah bekerja sama dengan PMI.

Staf Ahli Bidang Sosial Drs Hery Misnoto MAP yang mewakili Walikota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan bank sampah adalah wujud pemberdayaan masyarakat. "Pengolahan sampah tidak dapat hanya bertumpu pada Tempat Pembuangan Akhir saja. Bank sampah ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga bisa bernilai ekonomis. Kita mendapat predikat kota yang paling bersih. Tapi, tidak serta merta kinerja pemerintah tetapi harus memanfaatkan semua golongan masyarakat. Agar masyarakat dapat diberdayakan maka pengelolaan sampah harus benar," katanya. (BACA: Pemkot Balikpapan Diminta Galakkan Bank Sampah)

Ia berharap bukan hanya di Bank Sampah Kota Hijau saja pengelolaan bank sampah ini tapi semua tingkatan bawah harus juga bisa mengelola seperti ini. "Perintah dari Walikota untuk seluruh camat-camat dan lurah-lurah bahwa kerjanya di lapangan 60% memantau kegiatan masyarakat contohnya kegiatan bank sampah ini," ujarnya.

Abdul Rahman, Ketua Bank Sampah Kota Hijau menyampaikan bank sampah ini terbentuk 25 Januari 2013. Program yang sudah berjalan adalah 3R (reduce reuse recycle). Reduce yakni mengurangi sampah dengan mengurangi pemakaian barang atau benda yang tidak terlalu kita butuhkan). Reuse adalah memakai dan memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang baru. Recycle adalah mendaur ulang kembali barang lama menjadi barang baru.

Ia berharap melalui kegiatan ini dapat memancing orang bergabung dalam mengelola bank sampah atau menjadi nasabah bank sampah itu sendiri. "Tahun ini kami juga menggelar acara dengan acara lainnya seperti donor darah, cek kesehatan gratis, juga pembagian doorprize. Semoga tahun depan kami dapat kembali melaksanakan donor darah, mengingat kebutuhan darah di Balikpapan masih tinggi," katanya.

Bank Sampah Kota Hijau juga memiliki usaha koperasi simpan pinjam yang telah berjalan selama satu tahun. Jumlah nasabah Koperasi Simpan Pinjam saat ini 99 orang dengan totap pinjaman mencapai Rp 102 juta.

Sementara dari hasil pengelolaan sampah, Bank Sampah Kota Hijau dapat mengumpulkan Rp 11 juta. Ia berharap ke depannya Bank Sampah Kota Hijau memiliki lahan sendiri. "Saat ini lahan yang digunakan masih milik orang lain. Dengan memiliki lahan sendiri, kami harap dapat lebih maju lagi dan nantinya sampah organik bisa kita kelola secara maksimal," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved