Gawat, Kalimantan Masuk 10 Kawasan Paling Tercemar di Dunia
Kalimantan ternyata masuk dalam 10 kota/kawasan paling tercemar di dunia. Kenapa?
TRIBUNKALTIM.CO - Kemajuan teknologi dengan kecepatan yang luar biasa telah memberikan banyak kemudahan. Tapi sifat rakus dan tamak manusia juga menimbulkan dampak yang berbahaya, terutama terkait limbah ekonologi yang tidak dikelola dengan baik.
Sebuah survei yang dilakukan Blacksmith Institute, lembaga nirlaba lingkungan, merilis 10 kota dan kawasan paling tercemar di dunia. Yang mengejutkan, Kalimantan termasuk dalam salah satu lokasi yang disebut. Berikut adalah daftar 10 tempat paling tercemar dimaksud, diurut sesuai abjad.
1. Agbogbloshie, Ghana
Ini adalah tempat pembuangan sampah di ibukota Ghana, sebuah area pemrosesan e-waste terbesar kedua di Afrika Barat. Warga mencoba mengambil manfaat dari limbah elektronik itu seperti perangkat komputer dan microwave dengan cara membakar untuk memulihkan bahan tembaga di dalamya. Tetapi, cara itu telah menimbulkan polusi udara yang luar biasa dan kandungan logam di dalam tanah.
2. Chernobyl, Ukraina
Disebut sebagai bencana nuklir terburuk di dunia. Terjadi tahun 1986. Dilaporkan radiasinya 100 kali lebih besar ketimbang radiasi bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Polusi dari Chernobyl diperkirakan telah mempengaruhi sekitar 10 juta orang.
3. Sungai Citarum, Indonesia
Sungai di jawa Barat dan berhilir di Jakarta ini menampung limbah industri dan domestik yang luar biasa besar. Diperkirakan lebih dari 500.000 orang terkena paparan langsung, 5 juta orang lainnya secara tidak langsung, dari pemanfaatan air sungai itu yang mengandung polutan berbahaya seperti timah, aluminium, mangan dan besi di atas ambang batas.
4. Dzershinsk, Rusia
Industri manufaktur kimia di Dzershinsk ini memiliki polutan tingkat tinggi seperti dioxin dan fenol dalam air tanah. Dampaknya berbahaya bagi kesehatan manusia. Warga setempat banyak menderita penyakit kanker mata, paru-paru dan ginjal. Usia harapan hidup mereka hanya 47 tahun untuk wanita dan 42 tahun untuk pria.
5. Hazaribagh, Bangladesh
Kota ini banyak terdapat industri penyamakan dengan metode pengolahan yang sudah tua dan tidak efisien. Setiap hari, industri ini membuang 22.000 liter limbah beracun dari pengolahan kulit itu ke sungai utama di kota tersebut. Limbah dari bahan kimia hexavalent chromiumnya bisa mengakibatkan terjadinya kanker.
6. Kabwe, Zambia
Terdapat puluhan pertambangan timah di kota Afrika ini yang menimbulkan dampak serius bagi kesehatan warga Kabwe. Lebih dari 300.000 orang akan terpapar oleh polusi. Hasil penelitian pada tahun 2006 menunjukkan, kandungan timbal dalam darah anak-anak di Kabwe ternyata 10 kali lebih tinggi dari ambang yang ditoleransi.
7. Kalimantan, Indonesia
Di sejumlah daerah di Kalimantan banayak kegiatan penambangan emas liar. Kegiatan ini dilakukan penduduk dengan menggunakan bahan berbahaya, merkuri untuk ekstraksi emas. Limbah tambang ini mengalir di sepanjang anak-anak sungai dan sungai utama yang menjadi sumber air baku warga setempat di Kalimantan.
8. Matanza Riachuelo, Argentina
Lebih dari 15.000 industri diperkirakan membuang berbagai polutan (limbah) ke Sungai Matanza. Sungai ini melewati Buenos Aires dan bermuara di Rio de la Plata. Sungai yang menjadi sumber air baku warga itu telah terpapar oleh sejumlah kandungan berbahaya seperti seng, timah, tembaga, nikel dan krom total (istilah yang mencakup dua bentuk kromium).
9. Niger Delta Sungai, Nigeria
Sebuah diketahui jumlah orang yang terkena dampak industri minyak rakus di bagian padat penduduk Afrika, di mana ada hampir 7.000 insiden yang melibatkan tumpahan minyak antara tahun 1976 dan 2001. Laporan itu mengatakan bahwa sekitar 2 juta barel minyak sedang diekstrak dari delta setiap hari pada tahun lalu.
10. Norilsk, Rusia
Norilsk adalah sebuah kota industri di Siberia, Rusia. Kota ini setiap tahun menghasilkan limbah yang dilepaskan melalui banyak cerobong asap ke udara hampir 500 ton tembaga, 500.000 ton nikel oksida, dan 2 juta ton sulfur dioksida. Karen itu usia harapan hidup pekerja pabrik di Norilsk 10 tahun di bawah rata-rata warga Rusia.
Sumber: livesicience.com