Selasa, 28 April 2026

Empat Teroris Ditembak Mati di Bandara Sepinggan

Suasana lantai dasar di area kedatangan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada Kamis (29/1/2015) pagi mendadak riuh.

Laporan wartawan Tribun Kaltim Fachmi Rachman dan Mochamad Lutfi

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Suasana lantai dasar di area kedatangan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada Kamis (29/1/2015) pagi mendadak riuh.

Lengkingan suara peluit petugas keamanan diselingi teriakan yang memberikan arahan untuk menyingkir dari area pintu kedatangan penumpang. Ada apa?

Puluhan petugas keamanan Bandara Sepingan dibantu beberapa aparat kepolisian menggiring penjemput dan penumpang serta barang mereka menuju sisi kanan kiri pelataran area penjemputan.

Beberapa penumpang yang baru tiba tampak kebingungan dengan situasi yang terjadi, "Ada apa yah? Kok banyak polisi?" tanya seorang penumpang kepada petugas.

Tidak lama berselang, lima orang bersenjata sambil membawa seorang wanita yang tak berdaya karena todongan dua revolver muncul dari pintu kedatangan penumpang. (BACA: Anggun C Sasmi: Jika Kalian Bingung, Ini teroris dan Ini Muslim)

Mereka yang sebelumnya sempat membuat kegaduhan di area screening check point (SCP) sesekali berteriak "Mundur...Mundur," kepada tiga orang personel antiteror Detasemen Gegana Brimobda Polda Kaltim yang berlindung di balik tameng, yang telah mengikuti mereka dari lantai keberangkatan penumpang di atas.

Karena terdesak, lima teroris itu panik dan terus membuat jarak dengan pasukan antiteror.

Saat melihat sebuah mobil yang terparkir di dekat mereka, salah satu dari kawanan pria bersenjata langsung merebut mobil Toyota Innova dari seorang sopir yang sedang menunggu.

Mereka pun langsung melemparkan wanita yang dijadikan sandera tersebut ke lantai dan berlarian ke arah kendaraan dan kemudian tancap gas untuk melarikan diri dari area Bandara Sepinggan.

Tetapi aksi melarikan diri mereka ini telah diketahui dan tiga buah kendaraan berupa dua buah mobil dan sebuah mobil taktis tempur langsung mengejar kawanan pria bersenjata yang diketahui sebagai anggota teroris yang sedang dicari.

Usaha para teroris keluar dari Bandara gagal setelah seluruh akses jalan keluar ditutup. Mobil kawanan teroris ini pun akhirnya kembali menuju area pickup zone tempat mereka membajak mobil.

Laju kendaraan yang digunakan kawanan teroris ini pun akhirnya berhasil dihentikan setelah mobil taktis dari Gegana langsung memepet dan menutup jalan para teroris. Dari arah belakang kendaraan para teroris, dua mobil yang membawa pasukan anti teror Gegana langsung merapatkan jarak dengan mobil teroris.

"Cittt... Bruak," suara rem mobil pasukan gegana dan teroris membahana di sepanjang lorong pick-up zone yang diikuti dengan mobil pasukan Gegana menabrak bagian belakang kendaraan teroris. (BACA: Densus 88 Ringkus Lima DPO Teroris Sebelum Natal)

Lima orang teroris ini berusaha melawan, tiga orang berhasil keluar sambil menembakkan senjata mereka ke arah kendaraan pasukan Gegana. Nasib kurang beruntung bagi dua orang teroris yang bertindak sebagai sopir dan penumpang yang duduk di belakang sopir, satu orang tewas di dalam kendaraan dan satu orang mengalami luka berat karena ditembak oleh personel kendaraan taktik dengan menggunakan senjata berat.

Merasa ada perlawanan dari pihak teroris, empat orang personel anti teror dengan mengunakan senjata jenis Styer turun dari mobil, dengan cepat mereka menembaki satu demi satu teroris yang terus menembaki mereka. Dalam hitungan kurang dari semenit, empat teroris tewas di lokasi kejadian.

Tewasnya empat teroris itu ternyata bukan akhir dari aksi teror di bandara internasional ini. Saat melakukan pemeriksaan mayat para teroris yang tergeletak di lantai, seorang personel antiteror mendapati sebuah tas yang diduga berisi bom. Kemudian petugas antiteror tersebut memperingatkan tiga rekannya untuk segera meninggalkan lokasi, "Awas Bom, tinggalkan lokasi," kata personel tersebut yang diikuti dengan evakuasi diri dari lokasi yang tidak aman.

Tidak lama berselang, kendaraan dari Unit Satwa K-9 Polda Kaltim dan Tim Jihandak Gegana Brimobda Polda Kaltim tiba di TKP. Tim Penjibak Bom (Jibom) segera bertindak dengan menurunkan seorang personil yang mengenakan body armor untuk melakukan pengecekan tas mencurigakan tersebut dengan menggunakan boroscope. Karena tidak tampak dengan jelas apakah isi tas tersebut adalah bom atau bukan, maka, Unit K-9 dengan menurunkan seekor anjing spesialis handak (bahan peledak) jenis Belgian Malinois bernama Brandon untuk mengenali isi tas tersebut.

Setelah terkonfirmasi dari unit K-9 bahwa tas tersebut adalah bom, maka tim Jibom kembali beraksi dengan mengangkat tas berisi bom tersebut dengan menggunakan sebuah tongkat untuk dibawa menuju kendaraan EOD (explosive ordnance disposal). Bom itu akan diledakan di area parkiran Bandara.

Beberapa saat sebelum aksi penanggulangan teror bandara, di bibir pantai ujung timur Bandara, tepatnya di Sektor H-11 Launching Pad telah terjadi kecelakaan pesawat Angkasa Air jenis Boeing 737-400 dengan 175 penumpang. Pesawat itu akibat tergelincir saat mendarat. Akibat kejadian ini badan pesawat terbelah menjadi dua. Sebagian badan pesawat berada di laut dan bagian ekor terbakar di bibir pantai.

Beberapa menit kemudian datang mobil badak AP I. Dengan sigap petugas PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Pesawat dan Pemadam Kebakaran) yang berada dalam mobil tersebut segera menyemprotkan air ke arah ekor pesawat yang terbakar. Kurang dari 3 menit api berhasil di padamkan.

Jeritan dan rintihan terdengar dari penumpang Angkasa Air yang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke daratan.Tim dari Basarnas Balikpapan turut membantu melakukan evakuasi korban yang berada di tengah laut dengan menggunakan dua long boat dan dua perahu karet. kebanyakan korban yang terselamatkan terlihat lemas dan tidak mampu berjalan sehingga anggota TNI-AU dan PKP-PK menggotong mereka.

Satu persatu korban di bawa ke darat dan digotong menuju tenda darurat. untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. Di ketiga tenda darurat yang berada sekitar dua puluh meter dari bibir pantai, terlihat sesak karena tidak mampu menampung seluruh korban. Bahkan ada korban yang harus duduk dan berbaring di atas pasir.

Di sana juga terdapat berdapat beberapa korban yang harus diberi perlakuan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau bantuan pernapasan karena tidak sadarkan diri. Jumlah tim medis yang terbatas memaksa korban harus dilarikan menuju rumah sakit terdekat. Beberapakorban yang mengalami luka ringan di bawa menggunakan bis bandara. Sedangkan korban dengan luka berat dan meninggal diangkut menggunakan mobil ambulans.

Jumlah korban tewas 6 orang, 36 luka berat dan 15 luka ringan.

Syukurlah ketiga insiden menegangkan dan menimbulkan korban jiwa tersebut hanyalah skenario latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke-80 yang dilakukan PT Angkasa Pura I di Bandara Sepinggan. (*)

Operational Director PT Angkasa Pura I Yuhsan Sayuti menjelaskan, latihan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas baik secara individu ataupun instansi Angkasa Pura. "Kami berharap seluruh individu yang terlibat pada situasi riilnya sudah siap dengan kondisi darurat yang ada. Dan kami akan terus-menerus melakukan latihan untuk mereka agar siap." ucapnya.

Latihan ini secara keseluruhan melibatkan 694 personel dari berbagai instansi, di antaranya pihak pengamaman bandara, Polri, TNI, dan Basarnas. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved