Perayaan Imlek
600 Buah Lampu Lampion Milik Ta Pe Kong Dipensiunkan
Menurutnya, nasib kesemua lampion tersebut akan dipensiunkan, atau nanti akan diberikan ke mereka yang memang membutuhkan.
Penulis: Budi Susilo |
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Sebanyak 600 lampu lampion yang dimiliki klenteng Ta Pe Kong Tanjung Selor telah ditempatkan di gudang.
Kesemua lampu lampionnya sudah tak lagi terpakai. Ditemui, TRIBUNKALTIM.CO, pada Rabu (4/2/2015), Djoni Le sebagai penggiat Gong Xi Fat Chai Tanjung Selor menjelaskan, ratusan lampu lampion sebanyak 600 buah warnanya sudah pudar tak lagi merah cerah.
“Jumlahnya ada 600 buah. Kalau kita perbarui lagi rasanya tidak bisa. Kalau dicat merah lagi juga susah, gambar-gambarnya nanti akan hilang. Lampion sudah tidak tampil menarik lagi,” ungkapnya. (Baca juga: Pemkab harus Fokus Kembangkan Wisata Bulungan).
Menurutnya, nasib kesemua lampion tersebut akan dipensiunkan, atau nanti akan diberikan ke mereka yang memang membutuhkan. “Silahkan siapa saja yang perlu, datang saja kesini, boleh mengambil lampion bekasnya,” kata Djoni.
Sebagai pengganti, klenteng Ta Pek Kong sudah membeli barang yang baru, didatangkan dari negeri Tiongkok.
Pembelian lampu lampion diperoleh dari pengumpulan dana komunitas masyarakat Tionghoa dan dana bantuan dari pemerintah provinsi.
“Total lampu yang baru berjumlah 900 lebih lampu. Sudah di pasang di jalan-jalan keramaian, seperti Jalan Sudirman dan Jalan Skip,” urainya. (*)