Rabu, 8 April 2026

Apersi akan Bangun 1.000 Rumah

Rencana pemerintah untuk menurunkan suku bunga FLPP yang sebelumnya 7,5% menjadi kisaran 5-6%, disambut baik Apersi.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kaltim menargetkan pembangunan sekitar 1.000 rumah pada tahun ini. Ketua Apersi Kaltim, Sri Suko Lestari mengatakan, rencana pembangunan rumah dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP akan lebih banyak dilakukan di Kota Samarinda.

"Anggota kami lebih banyak di Samarinda dan rencana membangun rumah FLPP. Di Samarinda, rencananya sekitar 500 rumah. Sedangkan Balikpapan sekitar 150-200 rumah, PPU dan Paser sekitar 500 rumah. Jadi tahun ini sekitar 1.000 rumah," kata Sri Suko, Rabu (4/1).

Penyediaan rumah dalam skema FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kata Sri Suko memang belum semulus yang diharapkan. Harga jual rumah FLPP di Kaltim yang dibanderol pemerintah sebesar Rp 133 juta, belum sebanding dengan harga tanah dan pengelolaan tanah untuk membangun rumah.

"Kalau bicara permintaan (rumah FLPP, red) di Kaltim ini sangat tinggi. Oleh karenanya kami ingin ada sinergi untuk penyediaan rumah bagi masyarakat. Bisa saja dari sisi IMB gratis atau bantuan akses jalanan dan sebagainya," ujarnya.

Rencana pemerintah untuk menurunkan suku bunga FLPP yang sebelumnya 7,5% menjadi kisaran 5-6%, disambut baik Apersi. Penurunan suku bunga tentu akan kian memudahkan masyarakat untuk membayar cicilan rumah setiap bulannya. "Dampaknya ke konsumen bakal kian dimudahkan dari sisi cicilan. Kalau dihitung-hitung, sebulan mungkin hanya sekitar Rp 1,3 juta. Saya pikir jumlah tersebut masih bisa dipenuhi setiap bulannya. Tapi itu masih rencana dan kita tunggu saja," ujarnya.

Hal senada dilontarkan Indra Batara S Nasution, Vice President Bank Mandiri Area Samarinda. Kendati sampai saat ini belum diketahui berapa besar penurunan suku bunganya, namun yang pasti bisa memberikan kemudahan bagi nasabah untuk memiliki rumah.
"Untuk di Samarinda ini, kami memang belum bekerjasama dengan pengembang dalam penyediaan rumah dalam skema FLPP," kata Indra didampingi Akhmad Arief, Consumer Banking Manager Area Samarinda.

Belum adanya kerjasama, kata Akhmad salah satunya karena belum begitu banyak pengembang yang bisa menyediakan rumah dengan harga jual yang ditetapkan pemerintah, dengan harga lahan yang cukup tinggi di Kaltim. Meski begitu, pihaknya tidak menutup kemungkinan kerjasama dengan pengembang yang menyediakan hunian FLPP pada tahun ini. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved