Cuaca Buruk Tunda Distribusi Bahan Kebutuhan Pokok ke Balikpapan

Cuaca buruk yang melanda beberapa daerah mengakibatkan tertundanya sejumlah distribusi bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Cuaca Buruk Tunda Distribusi Bahan Kebutuhan Pokok ke Balikpapan
Tribun Kaltim
Cuaca buruk yang melanda sebagian wilayah membuat distribusi kebutuhan bahan pokok ke Balikpapa, Kalimantan Timur tertunda. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Cuaca buruk yang melanda beberapa daerah mengakibatkan tertundanya sejumlah distribusi bahan kebutuhan pokok masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan harga beberapa bahan kebutuhan pokok menjadi meningkat.
Kepala Seksi Perdagangan dalam Negeri, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Adi Sudarto mengungkapkan, cuaca buruk yang terjadi di beberapa daerah menyebabkan beberapa komoditi mengalami penundaan kedatangan dari daerah asal pendistribusian. Kendati demikian, dirinya menjelaskan keterlambatan kedatangan tersebut tidak menyebabkan kenaikan harga yang signifikan.

"Sejak pertengahan bulan lalu, Balikpapan kerap dilanda cuaca buruk, jadi sebagian bahan kebutuhan pokok mengalami peningkatan harga, tetapi kenaikannya tidak menyebabkan gejolak di masyarakat," jelasnya. Barang kebutuhan pokok yang sempat mengalami kenaikan diantaranya, telur, susu, cabai dan ikan. Kendati mengalami kenaikan, harga keempat bahan pokok tersebut tidak melambung tinggi, dengan kenaikan harga yang relatif masih bisa dijangkau oleh masyarakat. (BACA: Mendag Rachmat Gobel Temukan Gudang Penimbunan Bahan Pokok).

"Naiknya tidak tinggi, hanya beberapa persen dari harga biasanya. Seperti susu, harga rata-ratanya sebesar Rp 13.300 naik 3.01 persen menjadi Rp 13.700," kata Adi. Kenaikan harga yang tidak signifikan lebih disebabkan karena stok pasokan bahan kebutuhan pokok masyarakat relatif dapat terpenuhi 1-2 bulan ke depan. Kendati demikian, setiap harga yang ada di beberapa pasar berbeda-beda, seperti harga beras, Disperindagkop mencatat harga rata-rata beras sebesar Rp 11.400, sedangkan harga besar di pasar Klandasan dan M Rapak sebesar Rp 12.000.

Sama halnya dengan harga cabai, Disperindagkop mencatat harga rata-rata cabai mencapai Rp 33.000, sedangkan harga di beberapa pasar yang tersebar di Balikpapan berbeda-beda. Harga cabai di pasar Klandasan mencapai Rp 40.000, di pasar Baru mencapai Rp 35.000, sedangkan di pasar Pandansari, Rapak dan Sepinggan hanya mencapai Rp 30.000. (BACA: Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok).

"Setiap harga yang ada di pasar berbeda-beda, tapi perbedaannya tidak jauh dengan harga rata- rata yang kami catat. Kami juga tetap menjaga stok persedian bahan pokok dapat terpenuhi walaupun ada penundaan yang disebabkan oleh kondisi cuaca," paparnya.
Sementara itu, Siti salah seorang pedagang di pasar Rapak mengungkapkan harga kebutuhan pokok masyarakat masih stabil, walaupun beberapa barang sering mengalami keterlambatan. "Harga tidak ada yang berubah, masih sepertinya biasanya. Walaupun naik, harganya tidak terlalu tinggi," jelasnya.

Pedagang lainnya, Rohani mengungkapkan harga barang pokok yang ia dagangkan malah akan mengalami penurunan dalam beberapa minggu ke depan, hal itu disebabkan karena melimpahnya stok persediaan barang. "Harga telur kemungkinan akan turun minggu depan, saat ini telur per butirnya seharga Rp 1.500, sedangkan per piringnya mulai dari Rp 45.000 - Rp 47.000. Kalau pun turun harganya tidak jauh dari harga awal," imbuhnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved