Breaking News
Sabtu, 16 Mei 2026

Tahun Ini Angka Buta Huruf di Nunukan Ditarget Turun 1.200 Orang

program pemberantasan buta aksara ini menyasar warga berusia 15-59 tahun yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung.

Tayang:
Editor: Mathias Masan Ola

NUNUKAN, TRIBUNKALTIM.CO - Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan tahun ini menargetkan penurunan angka buta huruf hingga mencapai 1.200 orang. Sampai saat ini angka buta huruf di Nunukan mencapai 23.453 orang yang tersebar di sejumlah kecamatan. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2010 lalu yang mencapai 26.624 orang.

"Anggaran kan sudah diketok, tinggal pelaksanaannya saja," ujar Misadi, Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Rabu (4/2).

Misadi mengatakan, untuk pelaksanaan program dimaksud direncanakan mulai berlangsung pada April mendatang. "Kan untuk memelekkan huruf itu membutuhkan waktu selama enam bulan. Jadi ini bergeraknya mulai April," ujarnya.

Mulai saat ini pihaknya telah meminta data dari masing-masing kecamatan untuk mengetahui angka buta huruf.

Untuk pelaksanaan pendidikan dimaksud, Dinas Pendidikan Nunukan telah menyurati lembaga-lembaga mitra seperti pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). "Nanti mereka mengajarnya di masing-masing kecamatan. Jadi nanti sampai di desa-desa, di dusun-dusun," ujarnya.

Warga buta huruf ini akan belajar berkelompok. Setiap kelompoknya terdiri dari 10 orang. Sejak 2010 Dinas Pendidikan Nunukan terus menurunkan angka buta aksara di daerah ini. Pada 2010 pihaknya berhasil membuat melek aksara untuk 1.000 orang. Pada 2011 mencapai 570 orang, 2012 mencapai 638 orang, 2013 mencapai 490 orang dan 2014 mencapai 473 orang.

Meskipun didominasi orang-orang tua, namun program pemberantasan buta aksara ini menyasar warga berusia 15-59 tahun yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung.

"Mungkin banyak yang 40 sampai 59 tahun, banyak buta aksara karena hambatan di masa lalu. Mungkin mereka mau sekolah nggak bisa, biayanya, mungkin tadi lembaga sekolahnya jauh dari tempatnya berada atau keterbatasan lainya," ujarnya.

Misadi mengatakan, jika Pemerintah Kabupaten Nunukan mengalokasikan anggaran yang cukup setiap tahunnya, dengan membuat warga melek aksara mencapai 2.000 orang setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun ke-12 Kabupaten Nunukan sudah bebas buta aksara.

Bahkan jika Pemkab Nunukan bersedia mengalokasikan anggaran yang lebih besar, dengan membuat melek aksara hingga 4.000 orang setiap tahunnya pada tahun keenam Kabuapten Nunukan sudah bebas buta aksara.

Melihat data dari 2010 hingga 2014, memang menunjukkan adanya tren penurunan. Namun penurunannya tidak signifikan karena pelaksanaan program tersebut tergantung pada ketersediaan anggaran.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved