Tuntut Pembayaran Gaji, Karyawan Malah Dipaksa Mundur oleh Perusahaan

Sebanyak 250 karyawan yang bekerja di perkebunan sawit PT Bima Palma Nugraha (BPN), berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kutai Timur, Senin (9/2/2015).

Tuntut Pembayaran Gaji, Karyawan Malah Dipaksa Mundur oleh Perusahaan
TRIBUN KALTIM/SYAIFUL SYAFAR
Unjuk rasa karyawan PT Bima Palma Nugraha di Kantor DPRD Kutim, Senin (9/2/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Sebanyak 250 karyawan yang bekerja di perkebunan sawit PT Bima Palma Nugraha (BPN), berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kutai Timur, Senin (9/2/2015) siang. Mereka mengadukan masalah pembayaran gaji dan pengunduraan diri secara paksa oleh pihak perusahaan.

"Hari Jumat (6/2/2015) lalu mereka dipaksa oleh Manager Security perusahaan bertandatangan di atas materai untuk mengundurkan diri. Kalau tidak tanda tangan maka gajinya tidak akan dibayar,” ujar juru bicara karyawan, Kornelis Wiriyawan Gatu yang juga Ketua DPC Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 Kutai Timur.

Kornelis berdiri di atas mobil pikap sambil berorasi. Mobil itu dilengkapi dengan pengeras suara. Di tengah orasi tersebut ratusan massa meneriakkan yel-yel, seraya meminta perhatian wakil rakyat. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP. (BACA: Pegawai UDD PMI Nunukan Belum Terima Gaji Sejak Juli 2014)

Setelah berorasi hampir setengah jam, perwakilan massa diminta masuk ke gedung DPRD. Juru bicara karyawan mengungkapkan, PT Bima Palma Nugraha yang beroperasi di Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon tidak menunaikan kewajibannya membayar gaji karyawan periode Januari 2015. Bahkan berhembus isu nilai gaji yang akan dibayarkan masih memakai standar lama, belum mengikuti penyesuaian upah minimum provinsi (UMP) Kaltim.

“Karyawan ini hanya menuntut hak mereka, tapi perlakuan perusahaan justru mau mengeluarkan secara paksa. Para karyawan diancam tidak diberikan gaji dan dipaksa menandatangani surat pengunduran diri. Kalau tidak mau, ya dikeluarkan secara paksa dari barak penampungan,” kata Kornelis.

Perselisihan karyawan dengan perusahan, kata Kornelis, sudah terjadi sejak seminggu lalu. Persoalannya tidak lain menyangkut upah dan beban kerja. Karyawan menuntut pembayaran gaji di tahun 2015 mengalami kenaikan, sesuai kesepakatan dua pihak. (BACA: Sudah 9 Bulan Gaji Dokter RSU AW Sjahranie Belum Dibayar)

Sebelumnya, karyawan PT Bima Palma Nugraha hanya digaji sekitar Rp 74.000 per hari atau HK (hitungan kerja). Kemudian ada janji perusahaan akan menaikkan menjadi Rp 84.700 HK. Sayangnya hingga memasuki Februari 2015, gaji karyawan belum juga terbayar. (*)

Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved