Pembunuhan Munir

Allan akan Ungkap Keterlibatan CIA dalam Kasus Pembunuhan Munir

Jurnalis investigasi asal AS, Allan Neirn menyimpan beberapa bukti dan berkas kerjasama AM Hendropriyono dan CIA dalam kasus pembunuhan Munir

CNN Indonesia/Lalu Rahadian
Allan Nairn, jurnalis senior asal Amerika Serikat, ketika dipanggil oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya pada Selasa (10/2) atas kesaksian dalam kasus Talangsari di tahun 1989 

TRIBUNKALTIM.CO - Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat Allan Neirn berjanji akan mengungkap informasi mengenai kerjasama yang pernah dilakukan oleh mantan Kepala BIN AM Hendropriyono dengan Badan Intelegen Ameria Serikat (CIA). Kerjasama keduanya menurut Allan dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir tahun 2004 silam.

Allan menyampaikan hal tersebut sesaat setelah dirinya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam peristiwa Talangsari di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/2).

Allan mengakui bahwa dirinya telah menyimpan beberapa bukti dan berkas yang dapat menunjukkan kerjasama antara Hendropriyono dan CIA dalam kasus pembunuhan Munir tersebut. (Baca juga: PBB: Buka Kembali Kasus Munir)

"Mudah-mudahan tidak lama lagi saya akan publikasi informasi mengenai kerjasama Hendro dengan CIA dan kaitannya dengan pembunuhan Munir. Saya sudah bahas itu tadi dengan polisi," kata Allan.

Selain berjanji akan mengungkap kasus pembunuhan Munir, Allan juga bersedia membantu Pemerintah Indonesia untuk mengungkap Peristiwa Talangsari dan pembantaian yang terjadi di Timor Timur beberapa dekade lalu.

Namun, dirinya hanya akan membantu jika pemerintah atau pihak kepolisian meminta bantuannya. "Saya mau membantu berikan fakta yang saya miliki," ujar Allan.

Ia menilai, selama ini Amerika Serikat juga kerap terlibat dalam beberapa kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. Bantuan berupa uang dan senjata api yang diberikan melalui CIA.

Selain bantuan uang dan senjata, Amerika Serikat juga memberikan pelatihan dan acking politik kepada TNI, BIN, dan Polri. "Tetapi mereka menggunakan bantuan tersebut justru untuk membunuh warga sipil," kata Allan melanjutkan.

Sampai saat ini belum diketahui lagi kapan pemeriksaan terhadap Allan kembali dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Namun, dalam waktu dekat ini pemeriksaan terhadap saksi tambahan untuk mengungkap pembunuhan di Peristiwa Talangsari tampak akan kembali dilakukan oleh Polda Metro Jaya.
(sur/sur)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved