Banjir

Banjir Lumpuhkan Ibukota Kalimantan Utara

Hujan yang mengguyur Tanjung Selor sejak Senin (9/2/2015) malam membuat ibukota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) itu terkepung banjir.

Banjir Lumpuhkan Ibukota Kalimantan Utara
TRIBUN KALTIM/M ARFAN
Banjir yang melanda Tanjung Selor, Bulungan, membuat ribuan rumah tergenang, termasuk Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Selasa (10/2/2015). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Fransina Luhukay, Muhammad Arfan, dan Budu Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Hujan yang mengguyur Tanjung Selor sejak Senin (9/2/2015) malam membuat ibukota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) itu terkepung banjir.

Bahkan landasan pacu Bandara Tanjung Harapan ikut tergenang air semata kaki. Akibatnya, maskapai Kalstar Aviation menutup penerbangan tujuan Tanjung Selor selama tiga hari.

Meski ketingian di daerah ini masih lebih rendah dari kawasan-kawasan lain, otoritas bandara menganggap hal itu sudah membahayakan keselamatan penerbangan. Akibatnya, bandara kelas IIC ini ditutup total hingga jangka waktu yang belum ditentukan. (BACA: Banjir 7 Meter Sentuh Atap Rumah Warga Peso)

“Bandara kita tutup. Air sudah sampai landasan pacu, padahal tadi pagi belum ada,” sebut Hendra Lesmana, Kepala Unit (Kanit) Bangunan dan Landasan mewakili Kepala Bandara Tanjung Harapan, Gatot Riyadi, Selasa (10/2/2015) siang.

Hendra memastikan, panjang landasan pacu yang digenangi banjir mencapai 700 meter dari total panjang landasan pacu 1.200 meter.

Sedianya, pesawat milik maskapai Kalstar Aviaton yang mengangkut penumpang dengan rute Balikpapan-Melak-Samarinda-Tanjung Selor akan mendarat pukul 14.30 Wita kemarin. Karena penutupan bandara, dipastikan pesawat berjenis ATR-42 tersebut tak mendarat di bandara Tanjung Harapan.

Hendra juga menuturkan, air sampai menggenangi landasan bandara adalah hal baru. Sebelumnya, meski banjir menggenangi kawasan kota, namun tak sampai menggenangi jantung transportasi udara di ibukota Kaltara ini. (BACA: Warga Sidomulyo Akui Camat tak Pernah Sosialisasi soal Relokasi Banjir)

“Ini baru pertama kali. Tahun-tahun sebelumnya tidak ada air masuk runway. Kami akan terus pantau ini. Kalau airnya sudah hilang, tentu bandara akan dibuka lagi,” tandasnya.

Masuknya air ke landasan pacu akibat meluapnya Sungai Kayan dan Sungai Selor setelah mendapat banjir kiriman dari hulu. Ujung landasan pacu Bandara Tanjung Harapan hanya berjarak 90 meter dari Sungai Selor, anak Sungai Kayan.

Samsu Riswanto, Branch Manager Kalstar Samarinda menjelaskan, pesawat jenis ATR-42 kemarin siap menerbangkan 32 penumpang ke Tanjung Selor. "Ternyata bandara ditutup total, maka kami pun batalkan penerbangan dari Samarinda ke Tanjung Selor. Sebanyak 28 penumpang kemudian setuju dialihkan ke penerbangan rute Samarinda-Tarakan. Ini pilihan yang terbaik daripada mereka terkatung-katung di Samarinda," ungkap Anto, begitu kalau disapa.

Selain mengalihkan penerbangan, lanjut Anto, manajemen Kalstar juga menutup sementara aktivitas penjualan tiket hingga tiga hari ke depan khusus untuk rute Samarinda-Tanjung Selor.

"Kami tidak menjual tiket selama tiga hari atau hingga Kamis, 12 Februari. Rencananya Jumat penjualan tiket akan dibuka, namun tergantung situasi dan kondisi bandara di sana. Kami menunggu kabar selanjutnya dari pengelola Bandara Tanjung Harapan," ujar Anto. (*)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved